Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Serunya Permainan Tradisional Anak di Pasar Kawak Masaran Sragen, Ada Jamuran hingga Sepur-Sepuran

Ahmad Khairudin • Senin, 23 Juni 2025 | 04:01 WIB
Sejumlah siswa SD di Kecamatan Masaran tampil di Pasar Kawak, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Minggu (22/6/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sejumlah siswa SD di Kecamatan Masaran tampil di Pasar Kawak, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Minggu (22/6/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Di tengah gempuran teknologi dan hiruk pikuk modernisasi, sebuah inisiatif muncul dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen. Yakni upaya revitalisasi permainan rakyat dan dikenalkan lagi pada anak-anak.

Pasar Kawak di Ngasinan Etan, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, menjadi lokasi upaya menghidupkan kembali warisan tak benda yang kian terlupakan yakni permainan rakyat.

Kegiatan ini tak hanya sekadar ajang nostalgia, melainkan sebuah gerakan konkret untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur dan mempererat jalinan persahabatan di antara anak-anak.

Tampak sejak pukul 08.00, Pasar Kawak yang biasanya ramai dengan transaksi dagang makanan tradisional, kini dipenuhi tawa riang dan sorak sorai anak-anak.

Beberapa asik menikmati permainan tradisional yang mungkin baru pertama kali mereka mainkan.

Sebanyak 40 anak, masing-masing 10 siswa dari SD Gebang 1, SD Gebang 2, SD Gebang 3, dan SD Gebang 4 Masaran dilibatkan.

Kepala Desa Gebang Jumanto mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini.

”Kita undang empat SD di Gebang, untuk meramaikan sekaligus memperkenalkan permainan anak tradisional seperti jamuran, dan lain lain,” jelasnya, Minggu (22/6/2025).

Dia menjelaskan langkah ini adalah sebuah upaya kolektif untuk memastikan bahwa generasi penerus tak kehilangan akar budayanya.

Empat jenis permainan rakyat menjadi primadona seperti Singkongan, Gatheng, Sepur-sepuran, dan Jamuran.

Pihaknya menjelaskan kegiatan ini sekaigus memanfaatkan momentum Pasar Kawak di Gebang yang digelar setiap Minggu Kliwon.

”Pasar Kawak sendiri, yang setiap Minggu Kliwon menjadi pusat kegiatan, merupakan produk wisata budaya Desa Gebang,” jelasnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Johny Ariawan menyampaikan, dolanan bocah semacam ini dapat menanamkan karakter kerjasama dan mengenal lingkungan. Tantangan gen Z dan gen Alpha ini adalah teknologi informasi dan digital.

”Dengan mengenalkan dolanan bocah ini, menjadi semacam penyeimbang untuk anak generasi terkini untuk bersosialisasi. Jadi tidak sekedar meningkatkan kognitif tapi juga mengajarkan bersosialisasi. Karena ini diikuti beberapa sekolah,” ujarnya. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#sragen #Disdikbud Sragen #masaran #Permainan Tradisional