Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pasien Gangguan Jiwa Capai Ribuan Orang, RSUD Sragen Siapkan Rawat Inap Khusus Kejiwaan

Ahmad Khairudin • Kamis, 3 Juli 2025 | 00:12 WIB

 

Penampakan kamar rawat inap khusus kejiwaan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Penampakan kamar rawat inap khusus kejiwaan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Angka kasus gangguan jiwa di Kabupaten Sragen menunjukkan tren yang signifikan.

Situasi ini mendorong RSUD dr Soehadi Prijonegoro untuk mengambil langkah dengan membuka bangsal rawat inap khusus kejiwaan.

Bangsal yang diberi nama Alamanda ini diharapkan menjadi solusi komprehensif dalam penanganan pasien.

Tidak hanya berfokus pada perawatan medis, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat dan memberdayakan pasien pasca-perawatan. diharapkan dalam waktu dekat diresmikan oleh bupati.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, dr. Joko Haryono, mengungkapkan bahwa data pasien gangguan jiwa di Sragen cukup memprihatinkan.

Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial dan RSJD Solo, jumlah kunjungan pasien gangguan jiwa dari Sragen ke RSJ Solo tercatat 494 di tahun 2022, meningkat menjadi 558 di tahun 2023, dan mencapai 561 di tahun 2024.

Data rawat jalan juga menunjukkan angka yang tinggi. Kunjungan rawat jalan jiwa dari Sragen ke RSJ Solo mencapai 5.774 di tahun 2022, 6.174 di tahun 2023, dan 5.859 di tahun 2024.

Sementara itu, Poliklinik Rawat Jalan RSUD Sragen sendiri mencatat 2.399 kunjungan di tahun 2022, 2.306 di tahun 2023, dan 2.229 di tahun 2024.

”Angka-angka ini cukup fantastis. Dengan dibukanya bangsal jiwa ini, kami berharap dapat menurunkan angka gangguan jiwa di Sragen secara signifikan," ujar dr. Joko Haryono.

Dia menuturkan Pembukaan bangsal jiwa ini tentu membutuhkan upaya dan persiapan ekstra. Joko menjelaskan bahwa petugas, khususnya perawat, harus terbiasa menghadapi pasien dengan kondisi yang tidak biasa.

Untuk itu, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro telah menyiapkan 12 perawat berpengalaman dan 2 dokter spesialis untuk bangsal ini.

Desain bangsal juga dibuat khusus, dengan tempat tidur yang permanen untuk keamanan dan kenyamanan pasien. Nama "Alamanda" dipilih agar mudah diingat dan dipopulerkan.

Bangsal ini juga akan dikenal sebagai "Bangsal Kuning" karena menjadi satu-satunya bangsal di RSUD yang dicat kuning cerah bagian depan, memberikan kesan positif dan berbeda.

Joko menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses pemulihan pasien.

”Kami akan melibatkan puskesmas dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) agar pasien yang sudah pulang dapat diterima kembali di masyarakat,” jelasnya.

Kolaborasi juga akan dilakukan dengan Dinas Tenaga Kerja, dengan tujuan memberdayakan pasien pasca-perawatan agar mereka memiliki kegiatan dan pekerjaan.

”Jika tidak ada sosialisasi dan pemberdayaan, pasien gampang kambuh lagi. Sebisa mungkin mereka dibuat sibuk dan diberi pekerjaan,” tambahnya.

Pembukaan bangsal jiwa di RSUD ini juga diharapkan dapat mengurangi stigma negatif yang seringkali melekat pada keluarga pasien gangguan jiwa.

”Keluarga akan lebih nyaman jika dirawat di RSUD karena stigma masyarakat masih ada,” kata dr. Joko.

Rencananya, Bangsal Jiwa "Alamanda" akan diresmikan oleh Bupati Sragen pada tanggal 11 Juli mendatang.

Kehadiran fasilitas ini menjadi angin segar bagi penanganan kesehatan jiwa di Sragen, menandai komitmen RSUD dr. Soehadi Prijonegoro dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan inklusif. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#gangguan jiwa #bangsal #sragen #RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen #RSJD Solo