RADARSOLO.COM – Keterbukaan informasi publik perlu lebih dipacu kembali di Pemerintahan Kabupaten Sragen hingga tingkat desa.
Masyarakat masih belum mendapatkan informasi yang lengkap terkait banyak hal. Mulai dari anggaran hingga sosialisasi regulasi.
Ketua Komisi I DPRD Sragen, Endro Supriyadi mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintahan desa untuk mengimplementasikan keterbukaan informasi publik secara maksimal.
Langkah ini bukan sekadar amanat undang-undang, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan, khususnya di tingkat desa.
”Dari undang-undang, peraturan pemerintah, hingga aturan turunannya, semuanya sudah jelas mengatur keterbukaan informasi publik. Kalau desa benar-benar menerapkannya, kejadian seperti kantor desa kosong di Mojokerto, Kecamatan Kedawung, tidak akan terulang,” tegas Endro, Selasa (8/7/2025).
Dia menyoroti minimnya transparansi anggaran desa yang sering kali hanya dipajang di baliho sebagai formalitas.
”Masyarakat butuh lebih dari itu. Mereka ingin tahu detail kebijakan anggaran, termasuk regulasi terbaru yang mengaturnya,” ujarnya.
Endro mencontohkan Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang yang berhasil meraih prestasi nasional berkat inovasinya.
Namun, dia menyayangkan minimnya dukungan dari pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk mempromosikan capaian positif tersebut.
”Yang terekspos justru hal-hal negatif dari desa lain. Padahal, potensi desa bisa diangkat dengan kreativitas dan anggaran yang ada,” katanya.
Politisi PKB ini juga mengusulkan optimalisasi media sosial dan website desa sebagai sarana keterbukaan informasi.
Namun dia menekankan perlunya pelatihan berkala, seperti bimbingan teknis (bimtek), untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan platform tersebut.
”Jangan sampai website dan medsos hanya ada, tapi tidak menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.
Dengan keterbukaan informasi yang lebih baik, Endro optimistis pemerintahan desa di Sragen dapat lebih akuntabel dan mampu menggali potensi lokal untuk kemajuan bersama. (din/adi)
Editor : Adi Pras