Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hore! Siswa SDN dan SMPN di Sragen dari Keluarga Miskin Dapat Seragam Gratis dari Pemkab, Ini Persyaratannya

Ahmad Khairudin • Jumat, 11 Juli 2025 | 19:54 WIB
Siswa dari keluarga miskin di Sragen akan mendapat bantuan seragam gratis tahun ini. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Siswa dari keluarga miskin di Sragen akan mendapat bantuan seragam gratis tahun ini. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen meluncurkan program seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP negeri dari keluarga kurang mampu mulai 2025.

Program ini akan diperluas pada 2026 untuk mencakup seluruh siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Prihantomo, menjelaskan bahwa pada tahap awal, seragam gratis diberikan kepada siswa dari keluarga miskin.

“Tahun 2026, kami upayakan semua siswa baru SD dan SMP mendapat seragam gratis,” ujarnya Jumat (10/7/2025).

Dia menjelaskan untuk SMP, sebanyak 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu akan menerima satu stel seragam putih-biru dengan anggaran Rp 1,4 miliar dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Untuk SD, jumlah pastinya masih dicek oleh Kabid SD, tetapi fokusnya adalah seragam utama, seperti merah-putih untuk SD,” tambah Prihantomo.

Prihantomo menambahkan, kebutuhan seragam lain, seperti seragam olahraga atau batik, menjadi tanggung jawab orang tua.

“Jika tidak mampu, siswa bisa menggunakan seragam lungsur dari kakak tingkat,” katanya.

Soal harga seragam batik yang menuai kritik, Prihantomo menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan penentuan harga kepada pedagang, khususnya melalui Gentrade, dan wali murid.

Sementara Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sragen, M. Farid Wajdi, menegaskan bahwa seragam gratis hanya diberikan kepada siswa jalur afirmasi yang terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

“Data siswa kurang mampu disandingkan dengan aplikasi Si Pintar untuk penyaringan,” jelas Farid.

Dia menyebutkan, siswa dari 61 desa dengan kemiskinan ekstrem akan mendapat dua stel seragam baru.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdikbud Sragen, Suwarno menyatakan anggaran pengadaan seragam SD pada 2025 mencapai Rp 3,15 miliar.

Program ini menyasar siswa SD negeri di 61 desa dengan kemiskinan ekstrem, dengan rencana bertahap.

Yakni 21 desa pada 2025, 20 desa pada 2026, dan 20 desa pada 2027. Program seragam gratis ini diharapkan meringankan beban keluarga kurang mampu. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#seragam gratis #sd negeri #sragen #SMP negeri #program indonesia pintar #Disdikbud Sragen