Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pembukaan Bulan Dana PMI Sragen: Bupati Sigit Pamungkas Tantang Seluruh Pihak Lampaui Target Rp 1,8 Miliar

Ahmad Khairudin • Kamis, 24 Juli 2025 | 03:36 WIB
Ketua PMI Sragen Utami Dewi Masithoh beri sambutan dalam pembukaan Bulan Dana PMI 2025, Rabu (23/7/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ketua PMI Sragen Utami Dewi Masithoh beri sambutan dalam pembukaan Bulan Dana PMI 2025, Rabu (23/7/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen secara resmi membuka Bulan Dana PMI hari ini, Rabu (22/7/2025).

Bertempat di pendopo rumah dinas bupati Sragen, diharapkan partisipasi masyarakat dan swasta bisa melampaui target.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Ini menjadi momentum untuk menggalang kepedulian masyarakat dan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan kemanusiaan PMI.

Bupati Sigit menggarisbawahi reputasi Sragen sebagai daerah yang "loman" atau dermawan.

”Sragen ini terkenal loman,” ujar Bupati Sigit.

Dia memberi contoh pada prestasi membanggakan seperti Lazismu Sragen yang menjadi terbaik se-Indonesia, Koin NU yang juga terbaik se-Indonesia.

Kemudian Baznas yang menempati posisi ketiga se-Jawa Tengah, dan Matra (urunan PNS) yang bahkan menduduki peringkat pertama se-Indonesia.

Namun, bupati juga menyayangkan terkadang semangat kedermawanan tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam beberapa aspek, khususnya terkait dukungan terhadap PMI.

”Kadang untuk hal tertentu kita menahan diri,” kritiknya.

Meski demikian, Bupati Sigit menyatakan optimisme tinggi bahwa Bulan Dana PMI kali ini akan melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp 1,8 miliar.

"Ini kecil. Saya yakin pengusaha maupun individu mampu untuk membantu kemanusiaan," ujar dia.

Bupati secara khusus menyoroti minimnya kontribusi dari sektor bisnis, rumah sakit, dan klinik yang seharusnya dapat memberikan dukungan lebih besar.

”Coba cek di PMI, sumbangan dari perusahaan dan rumah sakit kecil sekali," ungkapnya.

Sigit menekankan dana yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk kemanusiaan, terutama terkait dengan suplai darah yang menjadi fungsi vital PMI.

”Ini untuk kemanusiaan, bukan pribadi. Kaitannya dengan kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati bahkan mengungkapkan beberapa rumah sakit masih memiliki tunggakan utang kepada PMI.

Mengingat pentingnya peran PMI dalam kerja kemanusiaan dan suplai darah, bupati berharap bulan dana ini setidaknya dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Bulan Dana PMI ini akan berlangsung selama empat bulan, hingga November 2025. Artinya PMI harus mengumpulkan sekitar Rp 450 juta setiap bulannya.

"Untung ketuanya punya toko emas, jadi kalau defisit bisa dibantu," candanya.

Sementara itu Ketua PMI Sragen Utami Dewi Masithoh mengatakan pihaknya masih mempertahankan sistem kupon PMI untuk menggalang dana.

Namun tidak menutup mata untuk mencari anggaran dari CSR dan Instansi. Pihaknya juga mendapatkan dukungan berupa bantuan ambulan dari pemerintah kabupaten Sragen.

"Anggaran pemerintah, acc mendapatkan satu unit ambulans setelah kita audiensi dengan DPRD, nilainya sekitar Rp 300 juta," ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Imas ini menjelaskan saat ini ketersediaan ambulans di PMI Sragen hanya 2 unit. Masih jauh dari ideal yakni 5 unit.

"Seharusnya untuk jenazah sendiri dan pertolongan pertama sendiri," ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#PMI Sragen #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #LazisMu Sragen #sragen #baznas #koin nu #bulan dana PMI