Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Desakan untuk Mendirikan Panti Rehabilitasi ODGJ di Sragen Mengemuka, Ini Alasannya

Ahmad Khairudin • Kamis, 24 Juli 2025 | 19:30 WIB

 

Perangkat Desa Tanon jemput pasien  RSJ dari Dukuh Gabusan, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Perangkat Desa Tanon jemput pasien RSJ dari Dukuh Gabusan, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kebutuhan mendesak akan panti rehabilitasi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat di Kabupaten Sragen semakin mengemuka.

Desakan ini datang langsung dari masyarakat, mengingat kesulitan yang dialami dalam penanganan pasien ODGJ pasca-perawatan di rumah sakit.

Salah satu keluhan ini disampaikan oleh Dawam, perangkat Desa Tanon, yang baru-baru ini merasakan langsung sulitnya mencari tempat bagi warganya.

Dia menceritakan pengalamannya menjemput seorang pasien perempuan berusia sekitar 37 tahun dari RSJ Solo setelah masa perawatannya selesai.

Dengan dua saudara pasien yang juga memiliki anak kecil, keluarga khawatir akan potensi "lepas kendali" pasien dan merasa tidak sanggup merawatnya di rumah.

"Bukan tidak mau merawat, tapi saudara pasien ini punya anak kecil. Lantas khawatir pasien lepas kendali," ujar Dawam Kamis (23/7/2025).

Upaya Dawam untuk mencari tempat di Rumah Pelayanan Disabilitas Mental Hestiningbudi Klaten tidak membuahkan hasil. Lantaran daftar antrean yang sangat panjang.

Kondisi ini mendorongnya untuk berupaya menemui Bupati Sragen Sigit Pamungkas.

Meskipun akhirnya diarahkan untuk bertemu sekretaris daerah (sekda).

"Kemarin mau ketemu bupati, tapi diarahkan ke sekda dan solusi sementara diarahkan ke rumah singgah Dinsos," imbuhnya.

Dawam menegaskan bahwa Sragen saat ini sangat membutuhkan fasilitas panti rehabilitasi serupa yang ada di Klaten.

Baca Juga: 4.360 Lowongan Pekerjaan di Klaten Job Fair: Ada 33 Perusahaan, Ini Posisi yang Ditawarkan

Mengingat ini adalah masalah krusial menyangkut kesehatan mental warganya.

Dia mengapresiasi keberadaan fasilitas rawat inap pasien gangguan mental di RSUD Sragen.

Namun, dia menekankan bahwa fasilitas tersebut berorientasi pada pengobatan medis, bukan rehabilitasi jangka panjang seperti yang dibutuhkan.

"Sejujurnya di Sragen butuh pelayanan seperti itu," tegasnya.

Desakan ini semakin relevan mengingat data yang dihimpun menunjukkan bahwa jumlah ODGJ berat di Kabupaten Sragen masih sangat tinggi.

Pada tahun 2024, tercatat ada 2.229 kasus ODGJ berat di seluruh wilayah Sragen.

Angka ribuan ini menggambarkan skala permasalahan yang memerlukan solusi komprehensif dan fasilitas pendukung yang memadai.

Pembangunan panti rehabilitasi khusus ODGJ di Sragen akan menjadi langkah fundamental untuk memastikan bahwa para pasien dapat menjalani proses pemulihan yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi beban keluarga dan masyarakat.

Hal ini tidak hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga tentang pemenuhan hak asasi dan kesejahteraan warga Sragen yang membutuhkan dukungan ini.

Pemerintah Kabupaten Sragen diharapkan dapat segera merealisasikan pembangunan fasilitas vital ini demi penanganan ODGJ yang lebih manusiawi dan efektif. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #panti rehabilitasi #orang dengan gangguan jiwa #odgj #tanon