Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Aksi Bullying Menimpa Siswa Baru SMPN 2 Gondang Sragen, Korban Dikeroyok Kakak Kelas hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Ahmad Khairudin • Kamis, 24 Juli 2025 | 22:26 WIB
AA, siswa baru SMPN 2 Gondang, Sragen menjalani perawatan di rumah sakit usai dikeroyok kakak kelasnya, Selasa (22/7/2025). (Dokumentasi Pribadi)
AA, siswa baru SMPN 2 Gondang, Sragen menjalani perawatan di rumah sakit usai dikeroyok kakak kelasnya, Selasa (22/7/2025). (Dokumentasi Pribadi)

RADARSOLO.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Sragen kembali menjadi sorotan tajam menyusul insiden pengeroyokan yang menimpa seorang siswa baru di SMP Negeri 2 Gondang.

Kejadian nahas ini ironisnya berlangsung sesaat setelah pihak sekolah memberikan penyuluhan anti bullying.

Insiden ini menambah daftar panjang permasalahan di lingkungan sekolah Gondang yang sebelumnya dihebohkan dengan vandalisme lambang negara di salah satu SD.

Korban pengeroyokan adalah AA, 12, warga Desa Gringging, RT 11, Kecamatan Sambungmacan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/7/2025) lalu, saat jam pelajaran berlangsung.

Menurut penuturan AA, sekelompok kakak kelasnya mulai mengganggu dengan menggedor-gedor jendela kelas.

Seluruh siswa di kelas VII G yang berjumlah 32 orang memilih tetap di dalam, namun gangguan tak berhenti di situ.

Beberapa kakak kelas kemudian nekat masuk ke dalam kelas.

Aksi mereka semakin brutal ketika salah satu dari mereka melemparkan seekor ular mati yang mengenai seorang siswi.

Tak cukup sampai di situ, papan tulis pun dicoret dengan gambar organ intim menggunakan spidol, sebelum akhirnya para pelaku keluar.

Melihat kondisi tersebut, AA berinisiatif untuk menutup pintu kelas.

Namun saat pintu ditutup, tak disangka mengenai salah satu kakak kelas yang baru saja keluar.

Emosi kakak kelas tersebut tersulut. AA pun langsung menjadi sasaran amuk.

Dia ditarik kerah bajunya dan dicekik hingga terjatuh. AA mengaku tidak ingat berapa orang yang memukulinya.

Akibat pengeroyokan ini, AA mengalami sejumlah luka serius.

Dia menderita memar di mata, sakit di bagian belakang kepala, cakaran, bekas cekikan, dan luka di lengan kanan.

Celana yang dikenakannya pun tampak kotor bekas injakan.

Setelah kejadian, AA segera dibawa ke klinik terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Sragen untuk penanganan lebih lanjut.

Purwanto, 36, ayah korban menyatakan tidak terima dengan perlakuan yang menimpa putranya.

"Sebagai orang tua, saya tidak terima. Tapi dari pihak keluarga pelaku, mereka pasti ada pembelaan," ujarnya dengan nada kecewa.

Purwanto telah melaporkan kejadian ini ke unit PPA satreskrim Polres Sragen pada Rabu (23/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pihak kepolisian menyatakan aduan tersebut telah ditampung untuk ditindaklanjuti.

"Ini fatal, ada yang lain ikut melerai atau yang lain ikut memukul tidak tahu. Tapi sudah jelas ada intimidasi sejak awal," tegas Purwanto.

Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polres Sragen. Pihaknya berharap para pelaku mendapatkan efek jera agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.

Baca Juga: Kejari Karanganyar Musnahkan Barang Bukti 73 Perkara Inkrah, Ada Narkoba hingga Rokok Ilegal

Sorotan juga tertuju pada pihak sekolah. Purwanto mempertanyakan keberadaan guru saat jam pelajaran berlangsung, di mana insiden pengeroyokan ini terjadi.

"Tidak ada guru di kelas saat jam pelajaran, sekolah juga harus bertanggung jawab," keluhnya.

Pihaknya menuntut pertanggungjawaban dari institusi pendidikan atas kelalaian pengawasan yang berujung pada kekerasan di lingkungan sekolah. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#RSUD Sragen #gondang #sragen #siswa baru #bullying #dikeroyok #sekolah