RADARSOLO.COM- Pemkab Sragen merespons heboh video dugaan tindakan asusila yang viral di media sosial.
Pemkab menegaskan bahwa lokasi kejadian dalam video tersebut bukan berada di area utama rumah dinas bupati Sragen.
"Berdasarkan penelusuran awal, video tersebut diduga direkam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dari area sekitar luar pagar rumah dinas pada waktu yang belum dapat dipastikan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen Catur Sarjanto, Minggu (3/8/2025).
Menurut Catur, lokasi dalam video viral tersebut bukanlah bagian utama rumah dinas bupati Sragen.
Meski membantah tentang lokasi kejadian, Catur, mewakili Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras tindakan tidak bermoral yang mencoreng nama baik institusi dan wilayah Kabupaten Sragen.
Pemkab Sragen mendukung sepenuhnya langkah penegakan hukum dan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarluaskan kembali video tersebut.
Hal ini demi menjaga etika, martabat publik, dan ketertiban sosial, sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Diberitakan sebelumnya, warga Sragen dihebohkan dengan dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang remaja.
Peristiwa tersebut diduga terjadi Sabtu (2/8.2025) sekitar pukul 16.35.
Video kejadian lantas diunggah di media sosial
Informasi yang dihimpun, dua remaja terdiri dari 1 laki-laki dan 1 perempuan tertangkap basah melakukan perbuatan tidak senonoh di area parkir rumah dinas Bupati Sragen.
Baca Juga: Ide Anak Wonogiri Diakomodasi Pemkab: Taman Bermain di Pringgodani Buah Gagasan Forum Anak
Mereka datang berboncengan menggunakan sepeda motor lalu memarkirnya menghadap ke selatan.
Saksi mata menyebutkan bahwa posisi keduanya saat itu adalah si perempuan berada di depan laki-laki dan si laki-laki berada di belakang perempuan.
Keduanya diduga melakukan tindakan asusila di tempat umum.
Unggahan ini sontak mengundang beragam komentar dari warganet.
Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut dan mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi di fasilitas publik.
Akun @marsnori berkomentar, "Kok bisa kecolongan."
Kemudian akun @balawisatatravel memberikan kesaksian sering menemui kejadian serupa.
"Nah wes 2 x Iki aku roh ei. Bien pas aku muleh trip bar jam 12 an malem. Mlah Ng ngisor gapuro arah masuk rumah dinas bupati. Yo Ono lagi cucuk cucukan" (Nah sudah dua kali ini aku lihat. Dulu pas aku pulang dari trip jam 12 malam, malah di bawah gapura arah masuk rumah dinas bupati ada lagi seperti itu).
Terkait kejadian ini, Plt Kepala Satpol PP Sragen R. Suparwoto mengatakan, jajarannya telah rutin menggelar patroli baik siang maupun malam hari.
"Sebenarnya Satpol PP rutin patroli jam siang dan malam, akan kami lebih intensifkan dan koordinasi terkait," ujar Suparwoto. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono