Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dandim Sragen Beri Penjelasan soal Penghapusan Mural One Piece

Ahmad Khairudin • Selasa, 5 Agustus 2025 | 19:52 WIB
Penghapusan mural di Karangmalang, Sragen atas kesepakatan bersama aparat dengan warga setempat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Penghapusan mural di Karangmalang, Sragen atas kesepakatan bersama aparat dengan warga setempat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Komandan Kodim (Dandim) 0725/Sragen Letkol Inf. Ricky Julianto Wuwung memberikan klarifikasi terkait video yang beredar mengenai penghapusan mural One Piece di wilayah Sragen.

Menurut Dandim, narasi yang menyebutkan adanya intervensi atau pengawasan dari TNI-Polri terhadap kebebasan demokrasi tidaklah benar.

Dia menegaskan kejadian tersebut adalah hasil kesepakatan bersama antara aparat keamanan, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Letkol Ricky menjelaskan, peran Babinsa dalam kejadian ini sebatas memantau dan hadir di wilayahnya, bukan melakukan intervensi.

Pihaknya menyampaikan, tidak ada paksaan dalam proses penghapusan mural yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.

"Kami ingin menjaga agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah persatuan bangsa dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI," ujar Letkol Ricky, Selasa (5/8/2025).

"Kami hanya memberikan imbauan agar HUT Kemerdekaan RI diisi dengan nuansa Merah Putih dan menghias kampung dengan indah. Masyarakat menyambut positif dan tidak ada masalah," ungkap dia.

Dandim menjelaskan, keputusan untuk menghapus mural tersebut diambil karena gambar yang ada dianggap tidak relevan dengan momen penting Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ruang publik, khususnya menjelang perayaan kemerdekaan, seharusnya dihiasi dengan simbol-simbol kenegaraan seperti bendera Merah Putih, bukan gambar dari tren budaya populer.

"Kegiatan penghapusan ini merupakan hasil koordinasi seluruh pihak terkait. Kami sepakat bahwa gambar tersebut perlu dihapus karena berada dalam momen penting menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80," tambahnya.

Dandim Ricky juga menekankan, pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif.

Babinsa bersama perangkat desa dan warga setempat memberikan pemahaman kepada warga yang menggambar.

Mereka akhirnya sepakat untuk menghapus mural secara sukarela dan tanpa paksaan.

Proses penghapusan berlangsung tertib, baik-baik, serta disertai edukasi mengenai pentingnya menjaga semangat nasionalisme dan simbol-simbol di ruang publik.

"Kami berharap tidak ada lagi narasi yang menyebutkan bahwa imbauan kami di Sragen sebagai tindakan yang mengancam demokrasi. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan kebersamaan ini dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tegasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Dandim Sragen #one piece #sragen #karangmalang #mural