Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Warga Sragen Diimbau Tak Panik Beli Gas LPG 3 Kg, Pertamina Sudah Siapkan Pasokan Tambahan Ribuan Tabung

Ahmad Khairudin • Kamis, 7 Agustus 2025 | 03:06 WIB
Salah satu pangkalan gas LPG 3 Kg di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu pangkalan gas LPG 3 Kg di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kelangkaan gas LPG 3 Kg atau gas melon di Kabupaten Sragen menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal ini, Pertamina mengambil langkah cepat dengan menambah pasokan ribuan tabung gas.

Sekretaris Paguyuban Agen LPG Sragen Jay S. Wibowo meminta masyarakat agar tidak panik membeli gas.

Menurutnya, Pertamina telah meningkatkan alokasi gas untuk Sragen secara signifikan.

”Setiap hari ada 45 ribu tabung gas reguler. Di luar itu, pada tanggal 2 Agustus, Pertamina sudah merilis tambahan 8.800 tabung,” ujar Jay, Rabu (6/8/2025).

Jay menambahkan, Pertamina juga menjadwalkan tambahan 8.800 tabung lagi pada Sabtu (9/8/2025). Tambahan pasokan ini akan diprioritaskan ke beberapa wilayah.

”Ada 67 titik pangkalan yang akan segera diisi,” tambahnya.

Untuk mengatasi kelangkaan di wilayah lain seperti Tanon dan Sumberlawang, Jay menyebut ada usulan dari pemerintah daerah agar Pertamina menyetujui tambahan 50 persen dari alokasi harian Sragen atau sekitar 23 ribu tabung.

”Jika disetujui, tambahan 23 ribu tabung ini akan digelontorkan ke Sragen,” tegas Jay.

Selain permintaan dari rumah tangga, kelangkaan gas juga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan dari sektor pertanian, usaha mikro, dan kegiatan hajatan.

Jay menjelaskan, banyak petani beralih menggunakan gas untuk mengairi sawah karena biayanya jauh lebih murah.

Penggunaan diesel berbahan bakar pertalite memakan biaya Rp 108.000 untuk 5 jam, sedangkan menggunakan gas hanya butuh Rp 60.000 untuk 24 jam.

”Kami harus membela kepentingan petani karena Sragen adalah lumbung pangan,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sragen, Tri Handoko menanggapi kelangkaan gas LPG 3 Kg di beberapa wilayah Sragen.

Menurutnya, kelangkaan ini terjadi karena tingginya permintaan untuk kebutuhan pertanian dan acara hajatan.

”Permintaan gas melon memang sedang tinggi, terutama untuk mengairi sawah dan kegiatan hajatan. Jika ada hajatan, artinya roda ekonomi masyarakat berputar,” ujar Handoko.

Untuk mencegah terjadinya panic buying, Handoko mengimbau warga agar membeli gas sesuai kebutuhan.

Dia memastikan, pemerintah daerah dan Pertamina telah mengambil langkah untuk menambah pasokan gas subsidi.

”Kemarin sudah ada tambahan pasokan, hari ini Pemda sudah mengajukan lagi, dan besok serta Sabtu akan ada tambahan lagi,” tambahnya.

Handoko menjelaskan Pertamina memiliki jadwal pengiriman gas ke setiap pangkalan, sehingga tidak semua pangkalan mendapat kiriman setiap hari. Namun, secara keseluruhan, pasokan gas untuk Sragen terus bertambah. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#pertamina #usaha mikro #hajatan #sragen #sumberlawang #pertanian #tanon #petani #panic buying #LPG 3 Kg #DPRD Sragen