Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Usai Kasus Keracunan Masal di Gemolong, Bupati Sragen Hentikan Sementara Distribusi Menu MBG: Korban Terus Bertambah

Ahmad Khairudin • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:46 WIB
Bupati Sragen Sigit Pamungkas langsung sidak ke dapur SPPG penyedia menu makan bergizi gratis (MBG) di Gemolong usai kasus keracunan masal, Selasa (12/8/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas langsung sidak ke dapur SPPG penyedia menu makan bergizi gratis (MBG) di Gemolong usai kasus keracunan masal, Selasa (12/8/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Distribusi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gemolong, Sragen dihentikan sementara menyusul insiden dugaan keracunan masal yang menimpa ratusan siswa dan guru.

Hingga Selasa (12/8/2025) sore, jumlah korban yang tercatat sudah mencapai 251 orang.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkompimda) segera meninjau langsung kondisi di Gemolong.

Bupati juga mengecek lokasi dapur SPPG Mitra Mandiri, tempat makanan tersebut diproduksi.

”Hari ini kami mendapatkan laporan bahwa ada gejala-gejala keracunan di SD dan SMP di Gemolong, seperti mual, sakit perut melilit, hingga muntah. Intinya dugaan keracunan," ujar Bupati Sigit di lokasi.

Berdasarkan hasil pengamatan dan temuan di lapangan, Bupati Sigit mengambil kebijakan tegas untuk menghentikan sementara distribusi MBG dari penyedia tersebut selama dua hari ke depan.

Hal ini dilakukan untuk mengamati perkembangan gejala yang mungkin masih timbul pada korban. Untuk mengantisipasi adanya korban baru, Puskesmas Gemolong disiagakan selama 24 jam penuh.

”Kita siagakan puskesmas respons cepat 24 jam. Mengantisipasi ada masyarakat yang bergejala, mudah-mudahan tidak ada," tambah bupati.

Sampel makanan dengan menu nasi kuning, ayam suwir, susu, dan orek telur suwir yang dibagikan pada 11 Agustus, telah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji.

"Hasilnya tunggu beberapa waktu," kata Bupati Sigit.

Terkait penyebabnya, Bupati Sigit menekankan pentingnya investigasi mendalam.

"Kita tidak bisa membuat satu kesimpulan tertentu. Kita perlu mendalami apakah problemnya ada di bahan baku, penyajian, atau prosesnya," jelasnya.

Sigit menambahkan pihaknya juga akan melaporkan insiden ini ke pemerintah pusat dan berupaya memperbaiki sistem pengawasan agar MBG di mana pun aman dan bergizi bagi anak-anak.

Meskipun jumlah korban cukup banyak, Bupati Sigit memastikan kondisi mereka stabil dan tidak ada yang memerlukan rawat inap. Mereka sementara diliburkan dari sekolah untuk memulihkan kondisi. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Bupati Sragen Sigit Pamungkas #Mbg #sragen #keracunan masal #Makan Bergizi Gratis #gemolong