RADARSOLO.COM – Sejumlah penggilingan padi di Sragen, Jawa Tengah terpaksa menghentikan operasional mereka.
Penutupan ini diduga disebabkan kekhawatiran para pengusaha terhadap isu beras oplosan yang sedang diusut oleh Satgas Pangan Polri.
Dampak dari penghentian produksi ini, dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan beras di pasaran.
Salah seorang pengusaha penggilingan padi dari Kecamatan Sukodono, Sragen, Fajar Nahari mengungkapkan, dia telah berhenti berproduksi selama seminggu terakhir.
Dia mengaku, penghentian ini lebih karena masalah harga. Harga gabah yang terus melambung tinggi tidak sebanding dengan harga jual beras di pasaran yang justru turun.
”Sudah nggak nutup biaya produksinya, mas. Sudah sejak Sabtu tidak produksi. Harga gabah mahal dan harga beras turun,” kata Fajar, Rabu (13/8/2025).
Namun, Fajar tidak menampik adanya keresahan di kalangan pengusaha terkait penegakan hukum terhadap kasus beras oplosan.
Dia memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut. Keresahan serupa juga dirasakan oleh para pengusaha penggilingan padi di wilayah Soloraya seperti Karanganyar dan Sukoharjo, yang kabarnya juga menghentikan produksinya.
Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Sutarto Alimoeso membenarkan adanya penghentian operasional pabrik beras di beberapa daerah.
Menurutnya, para pengusaha merasa serba salah dan takut terseret kasus hukum. Dia memperkirakan, penghentian ini bisa menyebabkan suplai beras menyusut hingga 40 persen jika tidak segera diatasi.
Perpadi telah memberikan beberapa masukan kepada pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Baca Juga: 18 Orang Warga Klaten Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis, Ini Wilayah Persebarannya
”Mereka meminta pemerintah segera menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium dan medium. Selain itu juga menyarankan agar pemerintah menjaga ketenangan iklim usaha dan menghentikan sementara penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog agar harga tidak semakin melonjak,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras