RADARSOLO.COM - Di bawah langit cerah pagi Minggu (17/8/2025), Stadion Taruna Sragen menjadi saksi bisu gelora semangat kemerdekaan.
Ribuan pasang mata terpaku pada Puluhan pelajar SMA/SMK yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Sragen.
Dengan formasi angka 17, 8, dan 45, simbol tanggal proklamasi, mereka mengibarkan Merah Putih dengan gerakan yang begitu apik, seakan menari di atas lapangan hijau.
Para peserta upacara khidmat dalam menyambut kibaran bendera yang menjulang gagah.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas berdiri tegap sebagai inspektur upacara.
Menggunakan pakaian kebesaran yang sama saat dilantik Presiden Prabowo Subianto di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di hadapannya, barisan peserta upacara membentuk barisan yang rapi.
Ada prajurit TNI, anggota Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, anggota pramuka, hingga perwakilan organisasi perempuan dan perguruan silat.
Termasuk sejumlah tamu undangan, di antaranya tujuh mantan narapidana terorisme yang kini duduk di antara kerumunan, menatap bendera dengan penuh harap.
Ada momen khidmat ketika Ketua DPRD Sragen, Suparno, melantunkan Pembukaan UUD 1945 dengan suara yang menggema.
Doa kemudian dipanjatkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Sragen, Ihsan Muhadi mengiringi harapan akan kebersamaan di hari yang istimewa ini.
Usai upacara, Bupati Sigit melangkah ke tengah lapangan untuk menyerahkan penghargaan.
Tiga ASN mendapat satya lencana atas pengabdian mereka selama 10, 20, dan 30 tahun.
Ada pula penghargaan untuk para pemenang Lomba Sragen Baik, yang menjadi cerminan kerja keras masyarakat dalam membangun daerah.
Juara pertama diraih kelompok masyarakat Dukuh Ploso Ombo, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar.
Posisi kedua ditempati Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Sarwak, Desa Tanggan, Gesi, sementara SMP Birrul Walidain Sragen menyabet juara ketiga.
Bupati Sigit menyerahkan bantuan kepada tujuh mantan narapidana terorisme yang hadir.
Dengan penuh kehangatan, ia menyapa mereka, seolah mengulurkan tangan untuk merangkul kembali ke dalam pelukan masyarakat.
“Kami berharap mereka bisa bersosialisasi dengan baik, dan masyarakat menerima mereka dengan tangan terbuka,” ujar Sigit.
Lantas di sela-sela kesakralan upacara, Sigit tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada antusiasme masyarakat.
“Ini refleksi bahwa cinta Tanah Air masih menyala,” katanya.
Dia juga memuji paskibra, yang menurutnya tak hanya sigap, tetapi juga menghidupkan semangat kemerdekaan dengan penampilan mereka yang memukau.
“Mereka membanggakan. Gerakan mereka begitu rapi, penuh dedikasi,” tambahnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras