Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sempat Mogok Berhari-Hari, Pelaku Usaha Penggilingan Padi di Sragen Akhirnya Kembali Beroperasi

Ahmad Khairudin • Senin, 18 Agustus 2025 | 01:38 WIB
Penjual beras kemasan di Kota Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Penjual beras kemasan di Kota Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bertemu dengan para pengusaha penggilingan padi yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Jumat (15/8/2025).

Audiensi ini untuk mengatasi keresahan pengusaha akibat isu ”beras oplosan” yang menyebabkan sejumlah pabrik di Sragen menghentikan operasionalnya. Hal itu menyebabkan sejumlah pengusaha penggilingan padi mogok beroperasi.

Audiensi juga dihadiri Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama perwakilan Kejaksaan Negeri, Polres, Kodim 0725/Sragen, dan Satgas Pangan.

Ada beberapa poin. Pertama, Perpadi berkomitmen untuk mematuhi seluruh aturan dan regulasi yang berlaku dalam proses produksi dan distribusi beras.

Kedua, Satgas Pangan akan memberikan pendampingan jika ada indikasi temuan di lapangan.

Ketiga, para pengusaha penggilingan padi di Sragen akan kembali berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Terakhir, Pemkab Sragen menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan pangan. Mengingat peran strategis Sragen sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah dan nasional.

Bupati Sigit menyatakan dukungannya terhadap pelaku usaha yang beroperasi sesuai dengan ketentuan.

Dia menegaskan, selama proses produksi mengikuti regulasi yang ada, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

”Mari kita bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan demi kepentingan masyarakat dan bangsa,” ujar Sigit, kemarin (17/8).

Bupati Sigit berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum dapat menjaga stabilitas produksi beras di Sragen.

”Saya optimistis iklim usaha penggilingan padi di Sragen akan kembali stabil. Pasokan beras untuk masyarakat dapat terjaga dengan baik, dan peran Sragen sebagai penyangga pangan nasional akan semakin kuat,” tandasnya.

Sementara itu, pengurus Pepadi, Widyastuti menyampaikan pada intinya penggilingan beras di Sragen kondusif.

Tidak ada kekosongan stok beras. Namun ada kekhawatiran dengan kondisi di beberapa wilayah lain, pelaku usaha justru diperiksa.

Dengan pertemuan bersama pemerintah dan penegak hukum ini pengusaha agar mendapatkan pendampingan.

”Kami ingin kerja yang aman dan nyaman, misalnya ada temuan, kesalahan yang tidak disengaja mohon untuk didampingi dan dilakukan pembinaan. Tidak lantas langsung dikenakan pasal pasal itu,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan Sragen sendiri merupakan penghasil padi ke 3 se Jawa Tengah. Terlebih pasokannya cukup banyak karena habis panen. Selain itu, pasokan beras sragen jadi penyangga pangan daerah lain. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Bupati Sragen Sigit Pamungkas #Penggilingan Padi #sragen