Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sragen Punya Logo Branding ”The Land of Java Man”, Bisa Dipakai Siapapun Tanpa Bayar Royalti

Ahmad Khairudin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 01:05 WIB
Bupati Sigit Pamungkas launching logo The Land of Java Man. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sigit Pamungkas launching logo The Land of Java Man. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen secara resmi memiliki logo branding daerah yang baru yakni ”Sragen The Land of Java Man”.

Logo ini diluncurkan bertepatan dengan perayaan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).

Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas di halaman kompleks rumah dinasnya.

​Ide branding ini bermula dari gagasan Bupati Sigit pada awal masa jabatannya, Maret lalu. Dia ingin mengeksplorasi warisan dunia Situs Prasejarah Sangiran yang mendunia untuk menciptakan identitas khas Kabupaten Sragen.

Logo ini dirancang untuk mencerminkan Sragen sebagai kabupaten modern yang berkarakter, namun tetap adaptif dan elegan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Johny Adhi Aryawan menyampaikan, proses kreatif logo ini melibatkan tim pegiat seni rupa lokal Sragen, antara lain Risky Febrian Pratama, Ragil Mardiko, dan Edwan Eka Saputra.

Mereka tidak bekerja sendirian. Penciptaan logo ini juga mendapat pendampingan kuratorial dari ahli Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta Basnendar Herry Prilosadoso dan Ipung Kurniawan Dwi Yunianto, serta dukungan konseptual dari Edukator Cagar Budaya Andjarwati Sri Sajekti.

​Sejak Maret, tim ini bekerja keras menghasilkan puluhan desain. Setelah melalui seleksi ketat dan revisi berulang, terpilih lima desain terbaik.

Pada 19 Juli, seleksi dipersempit menjadi tiga desain, dengan melibatkan anak muda Gen Z Sragen dan praktisi merchandise.

​Tahap akhir adalah pemilihan publik melalui voting daring dari 28 Juli hingga 3 Agustus 2025.

”Hasilnya, desain karya Risky Febrian Pratama keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara terbanyak dari 4.222 responden. Desain Ragil Mardiko dan Edwan Eka Saputra menyusul di peringkat berikutnya,” ujarnya.

​Menurut Risky Febrian Pratama, logonya melambangkan spirit keterbukaan dan transformasi dari masa lalu menuju masa depan. Logo ini adalah undangan bagi dunia untuk mengenal kekayaan sejarah dan budaya Sragen.

”Khasanah historis di Sragen adalah gerbang pengetahuan tentang peradaban awal manusia,” kata Risky.

​Logo ”Sragen The Land of Java Man” ini bukan sekadar tanda grafis. Risky menyebutnya sebagai sistem semiotik yang kompleks, yang menceritakan narasi sejarah, identitas, dan kebanggaan melalui bahasa visual.

Di dalamnya, Homo Erectus menjadi simbol kebanggaan akan warisan arkeologis yang tak ternilai dan representasi kecerdasan awal manusia.

​Bagian paling unik dari logo ini adalah stilasi sidik jari pada logogramnya. Sidik jari, bagi Risky, adalah metafora keunikan dan autentisitas yang tidak tergantikan.

​Dengan diluncurkannya logo ini, diharapkan Sragen dapat semakin dikenal di mata dunia, tidak hanya sebagai rumah bagi "Manusia Jawa" prasejarah, tetapi juga sebagai kabupaten modern yang terus berinovasi sambil merangkul sejarahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen Joko Hendang Murdhono menekankan, branding ini berlaku secara umum.

Misal lembaga lain dan swasta bisa menggunakan logo ini tanpa harus khawatir soal royalti.

"Karena tujuan awalnya memang lebih mempromosikan kabupaten Sragen. Tidak hanya intern pemerintah, tapi masyarakat, lintas sektoral bisa menggunakan,” ujarnya.(din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#logo #branding #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #sangiran #situs #sragen #isi surakarta