Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tragedi di Malam Minggu, Siswa SMK Sukowati Sragen Meninggal Akibat Kecelakaan: Bukan Aksi Anarkis

Ahmad Khairudin • Rabu, 3 September 2025 | 01:42 WIB
Ilustrasi Lakalantas
Ilustrasi Lakalantas

RADARSOLO.COM – Kabar duka menyelimuti warga Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Sragen. Seorang pelajar SMK Sukowati Sragen yakni Reza, 18, meninggal dunia pada Minggu (31/8/2025) pagi.

Awalnya, beredar desas-desus kematian Reza terkait dengan aksi anarkistis yang terjadi pada Minggu dini hari. Namun, pihak keluarga membantah tegas kabar tersebut.

​Seorang kerabat korban yang enggan disebutkan Namanya menjelaskan, Reza bukanlah bagian dari rombongan perusuh.

Dia pelajar mandiri yang tinggal di kos wilayah Sragen. Ayahnya merantau di Jakarta, sementara ibunya sudah meninggal dunia.

”Reza keluar pada malam Minggu untuk mencari makan bersama teman-temannya.  Diduga saat di jalan, dia bertemu dengan rombongan perusuh. Dia mengalami kecelakaan dan menderita luka serius di bagian kepala,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

​Setelah kecelakaan, Reza sempat ditolong dan dibawa ke rumah temannya. Namun, karena kondisi yang memburuk, pihak keluarga menjemputnya pada Minggu (31/8/202530/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Reza kemudian segera dilarikan ke rumah sakit.

​Sayangnya, nyawa Reza tidak tertolong. Dia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 18.00 WIB.

Pihak keluarga telah ikhlas menerima kepergiannya dan jenazahnya telah dimakamkan di Desa Poleng.

​Kepala Desa Poleng Pujiono membenarkan, Reza adalah warganya meskipun dia menetap di Sragen.

”Ayahnya di Jakarta, ibunya sudah meninggal. Dia kos di Sragen,” jelas Pujiono.

Mengenai kronologi kecelakaan, Pujiono mengaku tidak mengetahuinya secara rinci, namun membenarkan bahwa keluarga dekatnya masih berada di desa tersebut. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#GESI #pelajar #sragen #lakalantas #smk #anarkis