RADARSOLO.COM – Akhir tahun 2024 lalu sempat ramai sosok Agus Pujiono, 45, pria asal Tanon, Sragen yang menjalankan ritual aneh. Dia memburu pakaian dalam wanita untuk mendalami ilmu hitam.
Aksi yang membuat geger warga Plupuh ini bukan sekadar pencurian, tapi sebuah perburuan yang sarat akan aroma mistis.
Aksinya berakhir di Dukuh Bugel Cilik, Plupuh pada Rabu (25/12/2024). Agus tertangkap basah saat sedang membawa hasil buruannya, mulai dari celana dalam dan bra yang baru saja diambilnya di jemuran warga.
Desas-desus langsung berhembus kencang. Warga setempat meyakini, ini bukan ulah maling biasa.
Ini adalah langkah awal dari praktik ilmu hitam, sebuah cara untuk mendapatkan kekuatan atau kekayaan dengan cara-cara gaib.
Menurut Hidayat, warga Sumberlawang yang mendalami dunia mistis, tindakan ini bukanlah hal yang mengejutkan.
Dia menjelaskan, dalam kepercayaan ilmu hitam, mencuri pakaian dalam wanita sering kali menjadi bagian dari sebuah ritual.
"Ada yang diniatkan untuk pesugihan, mencari kekayaan secara instan. Ada pula yang tujuannya untuk menambah kesaktian atau sebagai bahan dasar untuk ritual pengasihan, atau pemikat," ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Pakaian dalam, dalam pandangan para pelaku spiritual, menyimpan energi personal dari pemiliknya.
Dengan mencurinya, seseorang bisa "mengambil" energi atau bahkan jiwa dari korban.
Energi inilah yang kemudian digunakan untuk tumbal atau dijadikan media dalam merapal mantra.
"Ini bukan hanya mencuri barang, ini adalah tindakan 'memiliki' atau 'mengambil alih' kekuatan," tambah Hidayat.
Namun, di balik semua cerita mistis itu, ada sisi lain yang lebih rasional, meskipun tak kalah kelam.
Di sisi lain, Kapolsek Plupuh AKP Suparno membantah kuatnya isu ilmu hitam. Saat diperiksa, Agus mengaku terdorong oleh hasrat seksual yang tak terkendali.
Dia baru saja bercerai dan merasa hidupnya hancur.
"Motifnya mungkin karena ada masalah psikologi setelah perceraian. Dia punya uang, bekerja di pabrik, jadi ini bukan karena butuh," kata AKP Suparno. (din/adi)
Editor : Adi Pras