Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Alarm untuk Program MBG di Sragen: Ditemukan Sup Basi di Masaran

Ahmad Khairudin • Sabtu, 13 September 2025 | 02:12 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto (dua dari kiri) meminta mengecek laporan menu MBG basi di SDN 2 Krikilan, Kecamatan Masaran. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto (dua dari kiri) meminta mengecek laporan menu MBG basi di SDN 2 Krikilan, Kecamatan Masaran. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Peringatan keras program Makan Gizi Gratis (MBG) di Masaran, Sragen.

Kebutuhan gizi yang seharusnya terpenuhi, kini dipertaruhkan oleh hidangan yang tak layak konsumsi dan terindikasi basi.

Suasana SDN 2 Krikilan, Kecamatan Masaran pada ​Jumat (12/9/2025) siang, tak seperti biasanya.

Sekolah ini kedatangan Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto. Sehari sebelumnya, dia mendapatkan laporan program MBG yang diberikan kepada anak-anak sudah basi.

”Beberapa makanan, kan sayurnya ada sop. Itu kecut. Basi, kelamaan mungkin nunggunya. Sebagian kan enggak dimakan,” ungkap Sugiyamto dengan nada kecewa.

Sugiyamto menegaskan, keluhan tak hanya soal rasa. Ada masalah lain yang juga mengganjal, seperti pada sup basi itu penutup makanan yang sulit dibuka. Dia telah meminta pihak sekolah untuk proaktif.

”Tak suruh tegur. Minta menu yang cocok sesuai permintaan anak. Jangan malah diam,” tegasnya.

​Masalah makanan basi ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, ada keluhan tentang bahan makanan yang tidak layak, seperti di Bagor, Kecamatan Miri. Namun kini diklaim sudah lebih baik setelah mendapatkan teguran.

Dia mendorong agar dapur membuat menu yang disukai anak-anak. Nanti yang disukai anak-anak bisa dimakan habis. Karena sebelumnya sayur berkarung-karung terbuang sia-sia karena tidak dimakan siswa.

”Dulu disuruh habiskan siswa, siswanya enggak mau,” ujarnya.

Salah satu guru SD 2 Krikilan, Dodo mencoba memberikan penjelasan yang meredakan.

”Sudah dicicipi sama guru enggak basi. Itu cuma sop yang kuah. Nasi enggak. Lauk enggak. Ada yang asam, ada yang tidak,” kata Dodo.

Dia menduga, penyebabnya adalah proses masak yang terburu-buru.

”Itu kemungkinan baru masak langsung ditutup. Kan ada tutup yang dibuka sulit banget. Kemungkinan itu yang agak asam,” ujarnya.

​Dodo mengatakan insiden ini belum dilaporkan ke dinas.

”Karena enggak ada korban, belum. Nanti Pak Sugiyamto suruh foto, disampaikan ke situ,” ujar dia. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Mbg #sragen #Makan Bergizi Gratis #masaran #DPRD Sragen