Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sekolah Rakyat Sragen Pindah ke BLK, Siap Tampung Siswa Kurang Mampu: Cek Jumlah Rombel yang Dibuka

Ahmad Khairudin • Kamis, 18 September 2025 | 19:36 WIB
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengecek Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan jadi lokasi sekolah rakyat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengecek Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan jadi lokasi sekolah rakyat. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Setelah sempat terhenti, program Sekolah Rakyat di Sragen kini resmi kembali dibuka dengan lokasi baru dan target pendaftaran yang diperbarui.

Rencana awal di Technopark urung terlaksana lantaran kondisi bangunan dinilai tidak aman. Lantas Balai Latihan Kerja (BLK) jadi alternatif untuk program itu.

Menurut Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sragen Yuniarti, lokasi pendidikan gratis ini akan memanfaatkan BLK UPTD Disnaker yang berlokasi di Plumbungan, Kecamatan Karangmalang.

​Yuniarti menjelaskan, keputusan ini diambil setelah Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) meninjau langsung lokasi tersebut bersama Bupati Sragen pada Jumat, (12/9/2025) lalu.

"Intinya sudah disetujui, kami sedang dalam perjalanan ke BLK untuk mengantar perwakilan Kemensos," ujar Yuniarti.

​Pemilihan BLK sebagai lokasi baru dilakukan setelah rencana awal menggunakan Technopark tidak disetujui karena kondisi bangunan yang dianggap kurang layak dan memerlukan renovasi panjang.

"Makanya Pak Sekjen meminta dicarikan opsi lain," tambahnya.

Tim Kementerian PUPR juga sudah melakukan survei untuk renovasi sarana dan prasarana di BLK, mempersiapkan lokasi sebelum kelas dimulai.​

Soal pendaftaran siswa yang sebelumnya sempat dihentikan, kini dibuka kembali dan diperpanjang hingga 17 Oktober 2025.

"Pendaftaran mulai hari ini sampai 17 Oktober, satu bulan penuh," kata Yuniarti.

​Dia menuturkan sekolah rakyat ini akan membuka dua rombongan belajar (rombel), yaitu satu rombel untuk jenjang SMP dan satu rombel untuk SMA dengan masing-masing diisi 25 murid.

Ketika ditanya mengenai siswa yang sudah terdata, Yuniarti menyebutkan ada 14 calon siswa, di mana dua di antaranya merupakan siswa SD.

"Kami akan coba titipkan dua siswa SD ini ke Sekolah Rakyat Solo," jelas Yuniarti.

​Proses penjaringan siswa tetap sama, yaitu melalui asesmen dan wawancara.

Tim dari Pendamping Keluarga Harapan (PKH) juga sudah mulai bergerak untuk mencari calon siswa, terutama mereka yang putus sekolah.

Namun, tidak menutup kemungkinan bagi siswa yang masih bersekolah tetapi berasal dari keluarga tidak mampu untuk mendaftar.

​Dengan konsep asrama (boarding school), Sekolah Rakyat Sragen tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika siswa.

"Tujuan selain intelektual juga attitude-nya. Makanya pembentukan karakter dilakukan di boarding," pungkas Yuniarti. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Balai Latihan Kerja #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #sragen #blk #Sekolah Rakyat