RADARSOLO.COM – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kabupaten Sragen pada Senin (29/9/2025) sore.
Kerusakan rumah hingga fasilitas umum terjadi di tiga kecamatan. Hal itu menyebabkan total kerugian mencapai Rp 42.950.000.
Angin kencang disertai hujan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mencatat dampak paling parah terpusat di Kecamatan Sragen, Karangmalang, dan Ngrampal.
Total 26 kepala keluarga (KK) berisi 84 jiwa menjadi korban langsung dari amukan angin ini.
Kerusakan paling mencolok terjadi di Kecamatan Sragen, dengan total kerugian mencapai Rp 36.750.000.
Di wilayah Krapyak, Kelurahan Sragen Wetan, satu warung mengalami rusak berat dengan kerugian fantastis mencapai Rp 25.000.000.
Tak hanya itu, di Kampung Widoro, Masjid Miftahul Janah seluas 6x4 meter mengalami kerusakan ringan, sementara 23 rumah warga harus kehilangan sekitar 4.000 genting akibat terempas angin.
Di Kecamatan Karangmalang, di Jalan Senopati Candi Baru, satu warung mi ayam rusak berat dan kerugian mencapai Rp 5.200.000. Akses jalan pun sempat terputus akibat pohon tumbang.
Sementara itu, di Kecamatan Ngrampal, tepatnya di Dukuh Padaplang, tiga KK mengalami kerusakan ringan pada atap rumah mereka, membuat para pemiliknya panik dan syok saat genting-genting beterbangan.
Secara keseluruhan, dampak bencana ini mencakup 25 rumah dan tiga fasilitas umum (dua warung, satu masjid) rusak.
Total 4.300 genting lebih, 13 asbes, dan 10 seng mengalami kerusakan. Empat pohon besar tumbang, menghalangi akses jalan raya.
Menanggapi bencana ini, Pusdalops BPBD Kabupaten Sragen segera menggerakkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi. Koordinasi dilakukan bersama relawan, PLN, dan pemangku wilayah.
Kepala Seksi Kegawatdaruratan BPBD Kabupaten Sragen Giyanto menyebutkan penanganan di lapangan menemui beberapa kendala.
"Banyaknya pengendara yang melintas, cakupan wilayah yang luas, ditambah hujan ringan di lokasi kejadian, sedikit menghambat upaya penanganan," jelasnya.
Dia menyampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas sempat memantau lokasi bersama jajaran BPBD dan TNI-Polri.
Bupati langsung turun meninjau lokasi kejadian di Krapyak dan Widoro, Sragen Wetan, untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
"Kami mengimbau masyarakat agar segera memangkas ranting pohon yang berpotensi roboh. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi," tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras