Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dua Tragedi Tercebur Sumur di Sragen dalam Sepekan, Nenek di Gemolong dan Pria Disabilitas di Tanon Meninggal Dunia

Ahmad Khairudin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:11 WIB
Tim SAR Sragen evakuasi warga tercebur sumur di Gemolong. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tim SAR Sragen evakuasi warga tercebur sumur di Gemolong. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen dirundung duka dengan terjadinya dua kasus warga meninggal dunia akibat tercebur ke dalam sumur dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Peristiwa pertama menimpa seorang pria di Kecamatan Tanon, dan yang terbaru adalah seorang lansia di Kecamatan Gemolong.

​Kasus  warga tercebur sumur terjadi di Dukuh Sentulan, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong pada Kamis (2/10/2025). Korban adalah seorang lansia bernama Kasni, 75.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari menjelaskan, kejadian tragis ini diketahui sekitar pukul 05.30 WIB.

Awalnya anak kandung korban, curiga setelah tidak menemukan ibunya di rumah saat mengantarkan bubur. Pencarian di sekitar rumah mengarah ke sumur sedalam 11 meter milik korban.

”Saksi menemukan sepasang sandal dan ember plastik di dekat bibir sumur. Kecurigaan semakin kuat ketika selembar kain jarik milik korban terlihat mengapung di dalam air sumur,” ujar Dewiana.

​Tim SAR Gabungan dari Polres Sragen, Team SAR Kab. Sragen, relawan, dan pemadam kebakaran segera dikerahkan.

Proses evakuasi berhasil mengangkat korban sekitar pukul 07.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

​Hasil pemeriksaan luar oleh Puskesmas Gemolong menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga kuat, korban meninggal karena tenggelam setelah terpeleset. Dugaan ini diperkuat oleh temuan di TKP, di mana korban diduga hendak memperbaiki kerekan timba sumur dengan berpijak pada ember plastik.

Sementara kondisi sekitar sumur licin setelah hujan semalam. Pihak keluarga juga menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit tremor dan telah menerima kejadian ini sebagai musibah, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi.

​Kejadian nahas sebelumnya menimpa Wawan Mujiyono, 47, warga Geneng, Desa Karangasem, Kecamatan Tanon pada Jumat (26/9/2025) lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam sumur tua dengan kedalaman sekitar 25 meter. Korban diketahui memiliki riwayat disabilitas mental.

​Tim gabungan dari PSC 119 Puskesmas Tanon II, Pemadam Kebakaran, BPBD, PMI, dan SAR Gabungan Sragen segera menuju lokasi setelah menerima laporan.

Dengan kedalaman yang ekstrem dan diameter sumur yang sempit yakni 80 cm, proses evakuasi menggunakan teknik vertical rescue.

​Setelah melakukan assesment dan persiapan alat, jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.02 WIB. Hasil visum luar oleh Puskesmas Tanon II juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Korban ditemukan dengan sejumlah luka seperti sobek pada dahi, memar pada dada, serta patah terbuka pada pergelangan kaki kanan dan patah tertutup pada tungkai kaki kiri.

Kapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap anggota keluarga yang sudah lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan khusus, untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Dia mengingatkan kasus laka sumur di Sragen ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan pengamanan fasilitas sumur di lingkungan tempat tinggal. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#tercebur sumur #sragen #tanon #gemolong #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari