Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lima Kecamatan di Sragen Porak Poranda Diterjang Angin, Total Kerugian Capai Rp 57,6 Juta

Ahmad Khairudin • Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:35 WIB
Tim BPBD Sragen bersihkan sisa pohon tumbang di Kota Sragen, Kamis (2/10/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tim BPBD Sragen bersihkan sisa pohon tumbang di Kota Sragen, Kamis (2/10/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen kembali dilanda bencana hidrometeorologi. Hujan intensitas ringan hingga sedang yang turun pada Kamis (2/10/2025) sore, sekitar pukul 15.40 WIB, berubah menjadi malapetaka.

Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan kerusakan masif di lima kecamatan, dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp 57,6 juta.

​Bencana yang berlangsung cepat ini memicu laporan dari masyarakat melalui grup WhatsApp dan media sosial, dan berhasil ditangani oleh tim gabungan dalam waktu sekitar enam jam.

Kecamatan yang terdampak meliputi Sragen, Karangmalang, Sukodono, Sambungmacan, dan Gondang.

​Data BPBD Sragen mencatat betapa luasnya dampak kejadian ini. Sebanyak 20 pohon tumbang di berbagai lokasi, delapan rumah dan satu kios rusak parah, serta fasilitas umum, termasuk sebuah panel solar cell penerangan jalan, turut menjadi korban.

​"Hanya dalam hitungan jam, angin kencang ini menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, hampir Rp 58 Juta. Kejadian ini patut menjadi peringatan keras bagi kita semua," tegas kasi kegawatdaruratan dan logistik BPBD Sragen Giyanto, Jumat (3/10/2025).

​Kecamatan Karangmalang mencatat kerugian terbesar, mencapai Rp 32 juta.

Paling parah menimpa rumah milik Paiman di Kedung Miri RT 21, yang mengalami kerusakan galvalum pada teras dan dapur dengan taksiran kerugian mencapai Rp 21 juta.

Selain itu, Yayasan TK Al Firdaus di Kutorejo turut terdampak, menyebabkan proses belajar mengajar terhambat.

​Di Kecamatan Sragen, kerugian mencapai Rp 22,6 juta. Kerusakan terparah dialami sebuah kios di kampung Nglorog, Kelurahan Nglorog, dengan kerugian Rp 7 juta akibat 8 lembar galvalum dan plafon rusak berat.

Di Kampung Sidomulyo, kerugian Rp 8.000.000 timbul akibat pohon mangga yang menumbangkan panel solar cell lampu penerangan jalan.

Lantas keseluruhan dampak yang tercatat antara lain ​20 Pohon Tumbang, menghambat akses jalan raya dan kampung.​

Kemudian delapan rumah terdampak, termasuk satu kios rusak berat.​ Lalu sejumlah 50 Genting, 11 Seng, dan 7 Asbes mengalami kerusakan.

​Merespons cepat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen segera melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi.

Upaya pembersihan pohon tumbang melibatkan sekitar 70 personel gabungan dari BPBD, TNI, POLRI, PLN, dan berbagai unsur relawan se-Sragen, meskipun dihadapkan pada kendala padatnya arus lalu lintas dan hujan ringan-sedang.

​BPBD menegaskan bahwa kejadian ini adalah bukti nyata ancaman bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diimbau keras untuk memangkas ranting pohon yang berpotensi roboh dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

​"Diharapkan warga lebih waspada, jangan sampai kerugian material dan potensi bahaya timbul hanya karena kita lalai memangkas pohon di sekitar rumah," tutup Giyanto. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sukodono #gondang #sragen #karangmalang #bencana alam #sambungmacan #puting beliung