Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Cegah Tragedi Roboh, Kemenag Sragen Ajak Dinas Terkait Audit Bangunan Ponpes di Hari Santri

Ahmad Khairudin • Senin, 6 Oktober 2025 | 23:26 WIB
Salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tragedi bangunan pondok pesantren yang roboh di Jawa Timur menjadi pelajaran berharga.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen berupaya musibah itu dapat dicegah di Kabupaten Sragen.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen Ihsan Muhadi menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah robohnya pondok pesantren di Sidoarjo.

Menanggapi peristiwa tragis tersebut, dia berkomitmen untuk meningkatkan pendampingan terkait perencanaan konstruksi bangunan ponpes di wilayahnya demi menjamin keselamatan santri.

​Dia berharap momentum Hari Santri ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi terkait pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan fisik ponpes.

”Sragen saat ini memiliki 152 pondok pesantren dengan berbagai variasi, mulai dari pendidikan formal hingga kesetaraan,” terang dia.

Ihsan Muhadi mengungkapkan, berdasarkan monitoring dan kunjungan, rata-rata kondisi bangunan ponpes di Sragen yang umumnya bertingkat dua dinilai baik.

Kemenag Sragen akan lebih aktif memberikan masukan kepada ponpes yang berencana melakukan pembangunan bertingkat.

”Harapan kami ke depan kalau ponpes mau membangun, kami sarankan berikan masukan agar dalam merancang bangunan sesuai dengan instruksi yang diinginkan,” ujar Ihsan.

​Dia menekankan pentingnya perencanaan matang sejak awal, terutama untuk pembangunan bertahap atau parsial.

”Misalnya gedung tiga lantai, meskipun belum selesai pada satu tahap, tapi tahapan lantai dasar itu sudah disiapkan untuk pembangunan yang mungkin bisa dilanjutkan di tahun berikutnya. Agar dalam rangka ikhtiar bersama menyiapkan pembangunan berkelanjutan itu benar-benar bisa mendapatkan kenyamanan, keamanan konstruksi, dan memberikan ketenangan santri di ponpes tersebut,” jelasnya.

​Menyadari pembangunan ponpes rata-rata berbasis masyarakat (swadaya), Muhadi menyarankan agar ponpes yang menerima bantuan hibah.

Selain itu membangun multi-lantai sudah memperhitungkan konstruksi awal agar mampu menopang lantai-lantai berikutnya.

​Kemenag Sragen akan mengambil langkah konkret dengan menggandeng dinas-dinas terkait untuk meninjau konstruksi ponpes.

Insya Allah ini kemudian dalam rangka Hari Santri nanti, kami meminta bantuan dan menggandeng dinas-dinas terkait untuk kita ajak silaturahmi ke ponpes untuk melihat bangunan yang memerlukan peninjauan bangunan,” tutur Muhadi. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#kemenag #ponpes #sragen #audit #Pondok Pesantren #kemenag sragen