Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Jalan Tanon-Jono Disidak Bupati Sragen, Beri Peringatan Ini ke Kontraktor

Ahmad Khairudin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 23:38 WIB
Bupati Sragen Sigit Pamungkas sidak proyek perbaikan jalan Tanon-Jono, Selasa (7/10/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas sidak proyek perbaikan jalan Tanon-Jono, Selasa (7/10/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bupati Sragen Sigit Pamungkas turun langsung ke lapangan memantau proyek rekonstruksi jalan di ruas Tanon-Jono pada Selasa (7/10/2025).

Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan yang didanai sepenuhnya dari APBD sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB).

​Bupati Sigit secara tegas meminta pihak kontraktor mengerjakan proyek secara maksimal.

”Bila ada pekerjaan yang tidak sesuai, pihak pengawas PUPR harus segera menegur untuk segera memperbaiki,” ujar Sigit, Selasa (7/10/2025).

​Bupati Sigit juga menggunakan kunjungannya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, termasuk mencatat kesulitan di lapangan.

Dia meminta pemahaman dari masyarakat atas kesulitan fasilitas yang mungkin timbul selama pengerjaan.

”Kami juga minta pemahaman dari masyarakat karena pasti ada kesulitan fasilitas ketika pembangunan jalan dilakukan. Oleh karena itu, masyarakat bisa memaklumi,” tutupnya.

Pihaknya sebenarnya menargetkan lima ruas yang akan dipantau langsung. Namun karena kesibukan, baru terlaksana dua titik jalan. Sigit menegaskan pemantauan jalan yang tengah dalam pekerjaan tidak harus dengan rombongan.

”Setiap hari jalan-jalan itu juga saya lewati,” ujarnya.

Sementara​ Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Albert Pramono Susanto membenarkan ruas Tanon-Jono adalah salah satu dari tiga proyek perkerasan beton di luar wilayah kota.

​Albert menjelaskan, progres pengerjaan di ruas jalan saat ini rata-rata mencapai 20 persen.

Meskipun terbilang baru dimulai dalam satu hingga dua minggu terakhir, dia optimistis waktu pelaksanaan yang tersedia masih mencukupi.

”Sehari bisa 100-200 meter. Kalau 3 km bisa 15 hari,” kata Albert.

​Namun, Albert mengakui adanya kendala teknis dan nonteknis. Untuk pekerjaan beton, perlu jeda waktu sekitar satu minggu untuk menunggu umur beton sebelum pengerjaan berikutnya dilanjutkan.

​Secara total, DPU Sragen tengah menggenjot lima ruas rekonstruksi jalan utama yang dipantau bupati.

Tiga ruas menggunakan perkerasan beton. Sementara dua ruas di perkotaan menggunakan aspal.

Jalan yang dicek antara lain Ruas Kaloran-Ngrendeng sepanjang 2,493 kilometer (km) dan lebar 4,5 meter dengan nilai kontrak Rp 4,120 miliar. Kemudian Jono-Tanon sepanjang 3,3 km, lebar variatif 4-4,5 meter dengan nilai kontrak Rp 5,797 miliar.​

Sedangkan jalan Dukuh Sumberejo, Desa Kedungwaduk-Desa Jurangjero sepanjang 1,2 km dan lebar 3 meter dengan nilai kontrak Rp 1,568 miliar belum sempat dicek bupati.

Demikian juga ruas perkotaan Jalan Letjen Sutoyo Total panjang 1,653 km + 650 meter dengan nilai kontrak Rp 5,870 miliar.​

Jalan Ahmad Yani Panjang 1,6 km dengan nilai kontrak Rp 2,415 miliar belum sempat dicek rombongan bupati. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#DPU Sragen #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #sragen #apbd #tanon