RADARSOLO.COM – Penyerapan hasil panen jagung di Sragen berlangsung sejak Agustus. Hal itu diharapkan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan lokal.
Untuk itu, digelar Tanam Jagung Serentak Kuartal IV yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Dr. Latif Usman, Rabu (8/10/2025).
Digelar di lahan seluas 2,7 hektare di Dukuh Pilangrejo, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Turut hadir Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan unsur forkompimda.
Wakil Pemimpin Cabang Bulog Surakarta Dicky Yusfarino mengungkapkan, Sragen adalah wilayah pertama yang disiapkan sebagai gudang jagung dengan kapasitas mencapai 1.000 ton yang kini diperluas ke Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo.
Penyerapan jagung pipilan kering oleh Bulog sudah dimulai sejak Agustus. Harga yang ditetapkan pemerintah dirancang untuk melindungi petani, yakni Rp 5.500 per kilogram (kg) di tingkat petani.
Selain itu Rp 6.400 per kg di gudang Bulog (dengan kadar air 14 persen). Hasil penyerapan ini nantinya akan dikemas menjadi Jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan tidak akan dijual bebas di pasaran umum.
”Untuk SPHP jagung Bulog memang tidak disalurkan seperti SPHP beras. Jadi itu sudah ditentukan peternak-peternak yang dapat membelinya,” jelas Dicky.
Para peternak ini ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan membeli dengan harga maksimal Rp 5.500 per kg, memastikan harga di tingkat petani tetap layak dan terkendali.
Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi tinggi.
”Kami berterima kasih atas dukungan Polda Jawa Tengah. Sinergi ini membawa manfaat besar bagi para petani dan membantu Sragen memperkuat posisinya sebagai daerah lumbung pangan,” ujar Bupati Sigit.
Perwakilan kelompok tani dari Gapoktan Tunas Manunggal Giyanto menyambut positif kolaborasi ini.
Baca Juga: Belasan Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
”Dengan dukungan bibit unggul dan sarana pertanian dari Polri, kami optimistis hasil panen jagung Sragen akan meningkat dan memberi dampak ekonomi positif bagi warga,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras