RADARSOLO.COM–Sebuah panggung inspirasi sukses digelar oleh Angkatan ke-10 Pesantren Baitul Qur'an Sragen.
Bertajuk Muhadhoroh Kubro acara yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu (10-11/10) di Lapangan SMA Science Plus Baitul Quran Sambirejo ini bukan sekadar unjuk bakat dan potensi santri Beqi.
Melainkan sebuah pernyataan komitmen generasi muda terhadap isu sosial dan moral kebangsaan.
Meskipun rintik hujan gerimis sempat membasahi lapangan di awal acara pada Jumat (10/10), sama sekali tak mengganggu semangat pertunjukan.
Acara semakin meriah setelah hujan mereda. Dukungan penuh dari tokoh pemerintah kabupaten Sragen, serta kehangatan kehadiran orang tua/wali santri, menjadi selimut yang memperkuat jalannya acara.
Ucapan selamat terselenggaranya acara ini disampaikan sejumlah tokoh.
Seperti Direktur Jawapos Radar Solo Resita Rika Aryani, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Dedy Endriyatno, Wali Kota Madiun Maidi, Chef Rudy Choirudin dan sejumlah tokoh lain.
Para santri membuktikan bahwa tantangan sekecil apa pun, termasuk cuaca, dapat diatasi dengan kepribadian yang ulet, percaya diri, dan bertanggung jawab—sesuai dengan salah satu tujuan inti kegiatan ini.
Melalui serangkaian Speech and Performance yang memukau—disajikan dalam Bahasa Arab dan Inggris—mereka para santri dan santriwati juga menyuarakan kritik membangun.
Gelaran ini adalah wadah ekspresi dan pengembangan minat/bakat, sekaligus memunculkan motivasi bagi para pemain dan penonton, untuk terus maju dan mencoba berkembang.
Direktur Pesantren Beqi: Seni Bisa Jadi Saluran Dakwah, Santri Siap Bangkit dengan Moral Islami dan Cinta Tanah Air di Era Digital
Panggung Muhadhoroh Kubro dengan tata letak dan pencahayaan yang memukau menjadi sebuah teater sejarah dan moral yang kaya.
Selain mengasah kemampuan non-akademis para santri, kegiatan ini juga sukses mewujudkan generasi muda yang memegang teguh moral Islami, menanamkan rasa cinta tanah air, dan merayakan kesenian daerah.
Sebuah pertunjukan yang menarik, menjadi penanda kuat bahwa generasi Baitul Qur'an siap bangkit (Rise Again) dengan kapabilitas dan kesadaran akan kesetaraan sejati.
Dalam sambutannya Direktur Pesantren Beqi H. Sudir S.pd, M.Pd menyampaikan, acara ini menunjukkan para santri mampu menyelenggarakan event besar. Hal ini terwujud dengan dedikasi.
”Kita sebagai muslim tidak dilarang menyalurkan minat seni. Namun jangan sampai pentas kita melalaikan ibadah kepada Allah SWT. Bisa jadi melalui seni ini pesan dakwah tersampaikan. Ada tema tertentu, bisa tersampaikan,” ujarnya.
Dia menyampaikan pada generasi Z ini, menjadi sarana penyampaian pesan-pesan dakwah.
Sehingga dalam pentas ini, dia berharap seluruh potensi untuk diekplorasi. Namun kaidah pesantren harus tetap dijaga.
“Semoga dengan pentas ini memberi pelajaran penting, bagi kehidupan kalian, insya Allah ketika terjun ke masyarakat akan terbiasa. Apalagi memasukkan muatan dakwah,” terangnya.
Dia menuturkan era digital ini banyak saluran berdakwah. Di media sosial bisa jadi sarana dakwah dengan menyebar konten kebaikan.
“Mimbar dakwah banyak, tidak hanya di kajian dan podium di masjid. Seni membuat dakwah kita lebih indah,” terangnya.
Sementara perwakilan wali santri H. A Suyuti menyampaikan duka cita mendalam terkait kejadian di salah satu Ponpes di Sidoarjo.
Di lain sisi, dia menyampaikan rasa bangga ketika para santri berhasil menyelenggarakan event sebesar ini.
Pihaknya menyampaikan mewujudkan event ini adalah pembelajaran yang luar biasa di luar kelas.
“Pengalaman ini akan menjadi bekal luar biasa kelak ketika sudah terjun ke masyarakat, kuliah ataupun bekerja," jelas dia.
"Tidak hanya Muhadhoroh Kubro ini, beberapa waktu lalu para santri mengikuti jambore ceria, longmarch dari Beqi sampai Tawangmangu, dan kegiatan di markas Kopassus. Para santri juga diterjunkan ke tempat usaha dalam program seminggu bersama masyarakat,” beber A. Suyuti.
Pihaknya menilai langkah ini merupakan terobosan pembelajaran yang sangat membantu santri.
Sehingga akan menjadi bekal ke depan di saat banyak anak muda dituding sebagai “generasi Strawberry”. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono