RADARSOLO.COM – Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih 28,5 jam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jenazah Dwi Fathan Khasani, 22, warga asal Brebes yang tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Sumberlawang, Sragen.
Korban ditemukan pada Minggu malam (19/10/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, sekitar 50 meter dari karamba tempat tinggalnya.
Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang melibatkan sekitar 75 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Polsek Sumberlawang, Koramil Sumberlawang, Basarnas Surakarta, BPBD Kabupaten Sragen dan Boyolali, serta potensi SAR Solo Raya.
Korban yang tinggal di karamba budidaya ikan di Dukuh Jurang gandul, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, dilaporkan tenggelam pada Sabtu (18/10/2025) pukul 18.15 WIB.
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji menjelaskan, kronologi insiden maut tersebut.
"Saat cuaca hujan deras dan berangin, korban bermaksud menyeberang ke karamba milik rekan kerjanya untuk menanyakan tali jangkar. Korban menaiki perahu kayunya sendiri dan menyalakan mesin," ujar Sudarmaji.
Nahas, ketika melintas di dekat karamba milik saksi Giyono, mesin perahu tiba-tiba mati. Korban yang panik lantas berjalan ke ujung perahu untuk mendayung.
Namun, pada saat itu juga perahu korban patah menjadi dua bagian. Diduga perahu tersebut rapuh karena faktor usia.
Korban sempat berteriak minta tolong dan didengar oleh Giyono yang berada di karamba terdekat.
Karena cuaca buruk, Giyono tidak berani mendekat dan segera memberitahu saksi 1 serta menyebarkan informasi di grup WhatsApp karamba.
Meskipun pencarian awal dilakukan oleh rekan-rekan pemilik karamba di sekitar lokasi, korban tidak ditemukan.
Perkara ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sumberlawang sekitar pukul 20.00 WIB, dan operasi SAR gabungan segera diaktifkan.
"Jasad korban berhasil ditemukan pada Minggu malam pukul 22.30 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 50 meter dari karambanya sendiri dan berada di kedalaman sekitar 40 meter," jelas Kapolsek.
Barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain patahan perahu bagian depan yang terbuat dari kayu warna oranye serta pakaian yang dikenakan korban.
Setelah ditemukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (din/adi)
Editor : Adi Pras