RADARSOLO.COM – Fenomena alam yang terbilang langka dan unik terjadi di perbatasan Desa Celep (Kedawung) dan Desa Jirapan (Masaran), Kabupaten Sragen.
Sebuah bunga yang memiliki ciri fisik seperti Bunga Bangkai (Amorphophallus) ditemukan mekar di pekarangan warga.
Namun ada satu keanehan, bunga tersebut tidak mengeluarkan aroma busuk yang menjadi ciri khasnya.
Penemuan langka ini terjadi di kebun milik Suyadi, warga Celep, Kecamatan Kedawung. Bunga tersebut tumbuh di lokasi yang cukup unik, yaitu di bawah rimbunnya pohon durian dan hanya dipisahkan oleh sungai dan pemakaman umum.
”Awalnya saya tidak tahu tanaman apa ini. Saya lihat sekitar seminggu terakhir bunganya sudah ada," kata Suyadi selasa (21/10/2025).
Dia menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menanam atau menebar bibit di lokasi tersebut.
Bunga yang kini menjadi pusat perhatian warga sekitar tersebut memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter dan tumbuh tanpa didampingi daun.
"Jika disentuh, permukaan bunganya cukup tebal, seperti karpet," jelas Suyadi.
Setelah mencari tahu di internet, Suyadi menduga keras bahwa tanaman itu adalah sejenis bunga bangkai. Namun, keanehan muncul saat ia membandingkannya dengan informasi yang ia temukan.
"Kalau bunga bangkai kan bau, ini tidak bau sama sekali. Jadi kami sendiri bingung ini jenis apa," ungkapnya.
Kemunculan bunga dari genus Amorphophallus di Kabupaten Sragen tanpa ditanam oleh manusia menjadi perbincangan hangat dan dianggap sebagai pertanda alam yang langka.
Baca Juga: Delapan Dekade Nenek asal Klaten Ini Tak Miliki KTP, Dimudahkan dengan Program Sambung Rasa
"Termasuk langka, karena belum tentu satu kabupaten muncul bunga seperti ini. Ada petunjuk apa ini buat Kabupaten Sragen, saya tidak tahu," tutur Suyadi. (din/adi)
Editor : Adi Pras