RADARSOLO.COM – Bupati Sragen Sigit Pamungkas menekankan keamanan data sebagai prioritas utama dalam tata kelola pemerintahan daerah. Selain itu, bupati juga menyoroti persoalan klasik di banyak instansi.
Yakni tumpukan aplikasi dan sistem informasi yang berjalan sendiri-sendiri. Baginya, banyaknya aplikasi bukan ukuran kemajuan.
Bupati menyampaikan di era digital, sumber daya yang paling berharga bukan lagi minyak, melainkan data.
”Kalau dulu yang menguasai minyak itu kaya, sekarang yang menguasai data dan teknologi yang berkuasa,” ujar bupati dalam Sosialisasi Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi Kamis (23/10/2025).
Dia tidak ingin data publik yang vital jatuh ke tangan yang salah.
”Maka data ini harus kita lindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
”Yang penting bukan banyaknya aplikasi, tapi bagaimana semuanya saling terhubung dan interoperabel,” jelasnya.
Dengan integrasi data antarperangkat daerah, pelayanan publik dijanjikan akan lebih efisien dan memudahkan masyarakat.
Aplikasi-aplikasi yang saling teronggok tak berguna diharapkan segera saling terkoneksi.
Langkah strategis pun diambil. Pemkab Sragen kini tengah mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2022.
Namun, bupati mewanti-wanti. Ia tidak mau sertifikasi ini hanya menjadi pajangan formalitas semata.
SMKI, menurutnya, harus benar-benar menjadi tulang punggung untuk memperkuat cyber security Pemkab Sragen. Ancaman siber, kata bupati, nyata dan terus bergerak.
Dia menekankan perlunya kolaborasi semua pihak agar sistem informasi daerah tak hanya kokoh, tetapi juga adaptif menghadapi gempuran tantangan teknologi yang datang silih berganti.
Dia menegaskan harus ada tekad untuk membangun pemerintahan yang tak hanya efisien, tetapi juga terpercaya.
”Sistem kita harus andal,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras