Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dua Hari Pencarian, Remaja Sragen yang Akhiri Hidup karena Putus Cinta Ditemukan di Bengawan Solo

Ahmad Khairudin • Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:10 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pemuda asal Jenar, Sragen di Sungai Bengawan Solo, Selasa (28/10/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pemuda asal Jenar, Sragen di Sungai Bengawan Solo, Selasa (28/10/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Upaya pencarian pemuda loncat ke Sungai Bengawan Solo di Jenar, Sragen selama dua hari membuahkan hasil.

Jani, 22, warga Sumberejo, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/10).

​Korban sebelumnya lompat di Jembatan Drojo, Butuh, Desa Jenar, Kecamatan Jenar, pada Senin (27/10/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Jasadnya ditemukan setelah hanyut beberapa kilometer.

Informasi yang masuk segera ditindaklanjuti pada pukul 06.30 WIB dengan mengerahkan tim gabungan dari berbagai unsur.

Pada hari pertama pencarian Senin (27/10/2025), tim SAR berpacu dengan arus deras. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan puluhan potensi SAR serta relawan tiba di lokasi (LKP) pada pukul 06.39 WIB.

Ada tantangan besar. Kedalaman sungai bervariasi antara 2 hingga 10 meter. Selain itu arus Bengawan Solo cukup deras.

Tim juga mengidentifikasi tiga titik pusaran air yang berbahaya dalam jarak 500 meter dari lokasi awal.​

Penyisiran menggunakan perahu karet. Tim Basarnas dan BPBD menyisir dari titik jatuh hingga ke Jembatan Mantingan, Ngawi. Tapi hasilnya masih nihil.

Pencarian dilanjutkan dengan pemantauan visual dan penggunaan teknik pengebloran (penyelaman atau pengamatan di lokasi tertentu) hingga pukul 21.00 WIB.

​Dilanjutkan pada hari kedua Selasa (28/10/2025). Situasi dini hari pukul 02.00 WIB, debit air Sungai Bengawan Solo dilaporkan naik 30-50 sentimeter (cm) yang diikuti oleh hujan lebat.

Akhirnya, tim SAR gabungan menemukan korban pada pukul 10.25 WIB. Korban ditemukan di jalur air, telah melewati Jembatan Mantingan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro menyampaikan, korban dievakuasi oleh tim gabungan menuju ambulans operasional Puskesmas Sambungmacan I. Lalu dibawa ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk visum.

”Operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada pukul 11.11 WIB di Jembatan Drojo, setelah jenazah korban berhasil dievakuasi,” jelasnya.

Dia menyampaikan, ​keberhasilan penemuan korban ini tidak lepas dari kolaborasi solid berbagai pihak.

Antara lain PSC 119 Sukowati Sragen, BPBD, PMI, pemadam kebakaran, BASARNAS Pos Surakarta, pemerintah setempat, TNI, POLRI, serta puluhan potensi dan relawan penanggulangan bencana (pb) seperti SAR MTA, SAR Himalawu, Tagana, MDMC, Banser dan banyak lagi.

Sebelumnya, korban dilaporkan loncat ke Sungai Bengawan Solo Senin (27/10) pagi. Pemuda tersebut diduga mengalami depresi setelah patah hati putus dengan kekasihnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bengawan solo #sar #ngawi #basarnas #sragen #jenar #mantingan #putus cinta