Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ponpes Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Raih Penghargaan Top Sekolah Inovatif Pendidikan Integratif di Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025

Ahmad Khairudin • Rabu, 12 November 2025 | 02:45 WIB
Kepala SMP Ponpes Dimsa Ustad Wibowo Juli Saputro, M.Pd menerima penghargaan Top Sekolah Inovatif Pendidikan Integratif di Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025. (M.Ihsan/Radar Solo)
Kepala SMP Ponpes Dimsa Ustad Wibowo Juli Saputro, M.Pd menerima penghargaan Top Sekolah Inovatif Pendidikan Integratif di Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025. (M.Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan terdepan yang sukses mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama secara inovatif.

Melalui berbagai terobosan, SMP Ponpes Dimsa meraih penghargaan Top Sekolah Inovatif Pendidikan Integratif di Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025, Selasa (28/10/2025) lalu.

Lembaga pendidikan dengan akreditasi peringkat A (Unggul) ini memiliki nilai fantastis 97, berdasarkan SK BAN-SM Nomor 1453/BAN-SM/SK/2022.

Capaian tersebut bukan hanya mendukung pertumbuhan spiritual, tetapi juga unggul dalam bidang akademik modern. Sekaligus menegaskan komitmen Dimsa dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi.

Kepala SMP Ponpes Dimsa Ustad Wibowo Juli Saputro, M.Pd., mengungkapkan, Dimsa hadir sebagai terobosan baru di tengah masyarakat yang umumnya mengenal pondok pesantren fokus pada pengajian dan kitab kuning.

”Kami memang ingin keluar dari pakem pondok pesantren yang biasa, yang klasik atau kultural. Biar pandangan masyarakat bahwa ponpes itu tidak sekadar pondok klasik saja, tapi ada juga ponpes yang melangkah menjadi pondok modern. Maka kami gaungkan bahwa santri itu 'pintar ngaji, pintar IT',” ujar Ustad Wibowo.

Sebagai perwujudan visi modern tersebut, Ponpes Dimsa yang berdiri sejak 1989 ini mengambil langkah berani dengan mengenalkan dan mengunggulkan bidang teknologi informasi (IT). Fasilitas khusus berupa Kelas Cyber dibentuk untuk mewadahi minat dan bakat santri di bidang IT.

Materi yang diberikan di Kelas Cyber bukanlah kurikulum IT biasa. Melainkan kurikulum yang berbeda dan khusus. Salah satu materi unggulannya adalah Virtual Reality (VR).

”Anak belajar di dunia virtual/dunia maya. Anak tidak sekadar pakai, tapi anak mampu berkreasi. Baik membuat alatnya maupun membuat materi di dalamnya,” jelas Ustad Wibowo.

Terobosan VR ini sudah berjalan selama tiga tahun secara bertahap dan menunjukkan progres positif.

Tujuannya adalah menumbuhkan pembelajaran yang playful (menyenangkan), sehingga rasa senang untuk belajar menjadi motivasi utama.

Baca Juga: SMA Unggulan Rushd Sragen Raih Penghargaan Top Sekolah Internasional Terbaik di Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025

Selain VR, Dimsa juga membekali santri dengan materi desain grafis, editing video, hingga AI (Artificial Intelligence).

”Ini menjadi motivasi kami di DIMSA ini semakin baik lagi, semakin banyak berinovasi dan tentunya bisa bermanfaat bagi umat dan santri-santri kami,” ujarnya. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Dimsa #sragen #Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025