RADARSOLO.COM – Ruas jalan Solo-Sragen, khususnya yang melintasi Kecamatan Masaran, Sragen kini tak ubahnya seperti "jebakan maut" bagi para pengendara.
Tak hanya aspal yang mengelupas, lubang-lubang menganga siap menelan roda kendaraan siapa saja yang lengah.
Kondisi ini berubah menjadi teror saat hujan turun. Genangan air menyamarkan lubang yang dalam, sementara minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat pandangan pengendara sangat terbatas di malam hari.
Akibatnya, kecelakaan lalu lintas menjadi menu sehari-hari yang tak terelakkan.
Mulato, 40, seorang warga Klaten menjadi saksi hidup betapa ganasnya jalur ini. Rutinitasnya melintasi jalan tersebut sebagai karyawan berakhir nahas pada Selasa (18/11/2025).
Tepat di dekat SPBU Jati, Masaran, di tengah guyuran hujan deras, motor yang dia kendarai dengan hati-hati tiba-tiba dihantam dari belakang.
”Awalnya saya pelan karena hujan deras. Tiba-tiba dari belakang ada motor melaju kencang. Mungkin tidak tahu ada 'jeglongan' (lubang), motor itu menabrak saya,” ungkap Mulai.
Meski mengalami bertabrakan, namun beruntung tidak sampai luka parah. Hanya bagian belakang dan knalpot motornya yang rusak.
Menanggapi keluhan pengguna jalan yang kian nyaring, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jateng 4 Sriyanto Saputro angkat bicara.
Dia menegaskan, kondisi kritis jalur Palur-Masaran-Sragen telah menjadi sorotan tajam di tingkat pusat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diklaim telah merespons desakan tersebut dengan mengalokasikan anggaran fantastis untuk perbaikan.
Namun, masyarakat diminta bersabar karena pengerjaannya tidak instan.
”Saya mendengar pekerjaan sudah mulai dilaksanakan langsung oleh Balai Jalan Nasional Jateng/DIY,” ujar Sriyanto.
Seperti diketahui, jalan Solo-Sragen merupakan jalan nasional yang kewenangan pengelolaannya di bawah Kementerian PU.
Dia menjelaskan proyek akan dikerjakan dari palur sampai Masaran. Namu program preservasi dilakukan secara multi years hingga 2027.
”Jadi pekerjaan bertahap karena efisiensi. Full yg nangani PU, siapa yang kerjakan saya juga nggak tahu,” terangnya.
Dia menegaskan selaku anggota DPR RI dari dapil setempat menegaskan saat rapat komisi sejak awal menyuarakan rusaknya jalan dari masaran-sragen. Upayanya sudah direspons kementerian PU.
”Mulai 2025 ini hingga 2027 ada program preservasi jalan nilainya kalau gak salah 100 M lebih, tapi multi years karena ketersediaan anggaran,” terangnya.
Selain itu untuk penerangan jalan pihaknya juga mendesak Kementerian Perhubungan untuk memasang lampu guna menghindari kecelakaan. Karena masih ada titik yang gelap. (din/adi)
Editor : Adi Pras