RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen menjadi sorotan internasional setelah kedatangan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti pada Kamis (20/11) siang. Kedatangan Ratu Belanda tersebut bukan dalam kapasitasnya sebagai Ratu Kerajaan Belanda, melainkan sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA).
Ratu Maxima mengunjungi PT Glory Industrial Semarang Sragen untuk meninjau langsung implementasi program unggulan Reimagining Industries to Support Equality (RISE), yang fokus pada pelatihan pengelolaan keuangan dan literasi finansial bagi para pekerja, khususnya dalam pemberdayaan perempuan.
Ratu tiba sekitar pukul 10.36 mengenakan setelan kuning cerah dan syal bermotif batik. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas.
Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan bahwa ratu melihat program RISE sebagai sesuatu yang positif karena kondisi finansial keluarga yang sehat akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja.
"Beliau (Ratu Maxima) melihat program RISE yang memang fokus pada kesetaraan gender dan edukasi finansial bagi karyawan," ujar Sigit.
Meskipun Ratu Maxima datang sebagai perwakilan PBB, Bupati Sigit memanfaatkan momentum kunjungan—yang ia sebut sebagai kunjungan pertama perwakilan Kerajaan Belanda ke Sragen—untuk menyampaikan harapan strategis.
Bupati Sigit secara khusus meminta agar beberapa peninggalan penting dari Sragen, terutama yang terkait dengan manusia purba dan benda-benda purbakala, dapat dikembalikan ke Indonesia.
"Prosesnya sedang berjalan, semoga lancar," ungkap Sigit. (din/bun)
Editor : Kabun Triyatno