Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gawat! Potensi Populasi LSL di Sragen Capai 4.000 Orang

Ahmad Khairudin • Senin, 1 Desember 2025 | 20:27 WIB
Peringatan Hari AIDS sedunia di Sragen, Senin (1/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Peringatan Hari AIDS sedunia di Sragen, Senin (1/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen mencatat lonjakan kasus baru HIV/AIDS, khususnya pada kelompok Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) atau homoseksual di tahun ini.

Sekretaris KPA Sragen Haryoto mengungkap adanya potensi populasi LSL di Bumi Sukowati yang mencapai angka fantastis yakni mencapai 4.000 orang.

​Potensi 4.000 orang ini merupakan target nasional yang menjadi kecurigaan terhadap kelompok berisiko di Sragen.

Dari jumlah potensi tersebut, sebanyak 800 orang telah menjalani tes HIV tahun ini.

Hasilnya menemukan 19 kasus baru dari kelompok LSL saja.

Angka 19 kasus baru ini disebut Haryoto sebagai temuan tertinggi di tahun ini.

​"Khusus untuk LSL, temuan kumulatif sejak tahun 2000 itu 99 kasus. Namun, khusus tahun ini saja, kita menemukan 19 orang. Itu tahun yang paling banyak," ungkap Haryoto usai peringatan hari Aids Sedunia, Senin (1/12/2025).

​Haryoto menduga, salah satu faktor pendorong utama lonjakan kasus dan temuan ini adalah pengaruh besar dari media sosial (medsos).

Dia menjelaskan, fenomena ini diperparah selama periode pandemi Covid-19.

​"Ketika ada pandemi Covid, yang lockdown itu kan banyak yang bergaul sesama lelaki. Ketertutupan itu menjadi dia mencari teman. Nah, temannya medsos itulah. Dari medsos itulah mereka saling berkenalan," jelasnya.

Namun kasus penularan masih banyak dari kasus heteroseksual. ​Data kumulatif HIV/AIDS di Sragen sejak tahun 2000 telah mencapai 2.343 temuan.

Baca Juga: Perempuan yang Jatuh dari Lantai 4 Neo Solo Grand Mall Jarang Pulang ke Karanganyar, Begini Penuturan Kades

Sementara untuk kasus baru di tahun ini, per Oktober 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen mencatat adanya 174 kasus baru.

​Untuk menanggulangi penyebaran, Dinkes Sragen telah menerapkan strategi "hulu ke hilir", salah satunya melalui skrining wajib bagi calon pengantin.

Program ini telah dimulai sejak Agustus 2024 dan dinilai efektif.

​"Hulunya kan mulai dari calon pengantin, supaya nanti kalau terdeteksi dikelola dengan baik, baik itu minum obatnya, pemeriksaan viral load-nya. Sehingga nanti tidak menularkan kasus baru ke pasangannya, ke anaknya," terang ​Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti.

​Selain skrining calon pengantin, upaya pencegahan juga dilakukan melalui VCT mobile yang menyasar kelompok populasi kunci lainnya.

Seperti wanita pekerja seksual, warga binaan Lapas, pasangan ODHA, hingga pasien TBC.

​"Pasien TBC itu harus 100 persen dicek status HIV-nya, karena banyak yang diobati TBC tidak sembuh-sembuh, ternyata HIV," tandasnya.

Dia menekankan pentingnya pemeriksaan komprehensif. Peran 25 puskesmas di Sragen disebut sangat mendukung dalam menjalankan program VCT mobile ini. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#kpa #hiv aids #sragen #hari aids sedunia