Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cagar Budaya Pendapa Petilasan Mangkubumi di Sragen Ambruk, Curiga Pekerjaan dan Bangunan Asal-asalan

Ahmad Khairudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:09 WIB
Pendapa Mangkubumi di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen ambruk pada Senin (1/12/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Pendapa Mangkubumi di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen ambruk pada Senin (1/12/2025) sore. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pendapa Mangkubumi sebuah bangunan bersejarah di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen ambruk pada Senin (1/12/2025) sore.

Peristiwa ini terjadi saat pendapa yang merepresentasikan jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sultan Hamengkubuwono I masih dalam tahap rehabilitasi.

​Kejadian ambruknya bangunan berusia tua itu mengejutkan warga setempat dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek.

Pegiat LSM Topan RI Agus Triyono menegaskan perlu dicek ulang terkait spek bangunan susah sesuai standar atau belum.

Lantaran ​menurut informasi yang dihimpun, Pendapa Mangkubumi masih berdiri kokoh dengan pilar dan struktur atap yang utuh pada pukul 15.00 WIB.

Genting baru bahkan telah terpasang, dengan pekerjaan yang tersisa hanyalah pemasangan keramik lantai.

Namun tak lama berselang, bangunan tersebut mendadak roboh total.

Bahkan ​ambruknya pendapa ini terjadi tanpa didahului oleh hujan deras ataupun angin kencang.

"Situasi ini menunjukkan kemungkinan adanya masalah struktural pada pengerjaan rehabilitasi. Bisa bahan yang digunakan atau teknik pekerjaan," ujarnya.

Namun pihaknya menegaskan tidak sekedar soal bangunan ambruk. Dia menekankan masalah ini juga lokasi bersejarah.

Perlu dicek kembali soal kawasan itu cagar budaya atau bukan. Bangunan yang rusak punya nilai sejarah atau tidak, dan sebagainya.

"Perhatikan juga nilai historis petilasan itu, ada kerusakan atau tidak," tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Sukisno membenarkan kejadian tersebut.

​Sukisno menjelaskan bahwa proyek rehab Pendapa Mangkubumi adalah pekerjaan penunjukan langsung.

"Pagunya kurang dari Rp 200 juta, sekitar Rp 190 juta," kata Sukisno.

Dia menjelaskan proyek rehabilitasi ini terikat kontrak pengerjaan dengan pihak ketiga hingga 21 Desember 2025.

“Proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan pihak ketiga. Jadi, masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” terang Sukisno.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Sragen, Johny Adhi Aryawan, bersama bupati dan Plt kepala Disdikbud Sragen langsung meninjau lokasi pada Selasa (2/12/2025) pagi.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Sragen, Johny Adhi Aryawan, membenarkan kawasan itu merupakan cagar budaya.

Dia mengatakan melalui pesan singkat bahwa saat ini masih sedang proses rehab. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #pendapa #masaran #mangkubumi