Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kolaborasi Bulog dan Pemkab Sragen: 30 UMKM Kedelai Dilatih Produksi Premium Non-GMO

Ahmad Khairudin • Jumat, 5 Desember 2025 | 16:10 WIB
Pelatihan Bulog dan Pemkab Sragen bekali 30 UMKM mengolah kedelai premium non-GMO dengan standar kualitas, inovasi, dan sertifikasi.
Pelatihan Bulog dan Pemkab Sragen bekali 30 UMKM mengolah kedelai premium non-GMO dengan standar kualitas, inovasi, dan sertifikasi.

RADARSOLO.COM - Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Sragen bersinergi untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan pangan lokal.

Sebanyak 30 pelaku UMKM di Sragen menerima pelatihan intensif selama dua hari Rabu-Kamis (3-4/12) di Aula Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen.

Pelatihan ini berfokus pada “Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas UMKM Pengolahan Pangan Berbahan Baku Kedelai Mutu Premium Non-GMO”.

Langkah ini dilakukan karena melihat potensi Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi kolaborasi antara Bulog dan Pemkab Sragen.

Ia menekankan bahwa tren konsumsi masyarakat saat ini bergerak menuju produk premium berkualitas tinggi.

“Ke depan, masyarakat tidak lagi mencari produk massal, tetapi produk eksklusif dengan mutu terbaik. Kedelai premium non-GMO memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan Kabupaten Sragen,” tutur Bupati.

Bupati juga mengajak UMKM untuk fokus pada kualitas dan tidak terjebak pada persaingan yang justru melemahkan.

Ia berharap melalui pelatihan ini, produk pangan berbasis kedelai di Sragen dapat berkembang menjadi komoditas unggulan yang dicari pasar regional maupun nasional.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Bulog.

“Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Perum Bulog sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sragen untuk meningkatkan kapasitas UMKM, mendorong inovasi produk pangan lokal, serta memperkuat daya saing olahan berbahan baku kedelai premium non-GMO,” ujar Cosmas.

Dia menambahkan, pelatihan ini dirancang komprehensif, mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan produksi yang sehat dan higienis.

Termasuk penguatan manajemen usaha agar mampu bersaing dan berkelanjutan.

Sementara, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, yang diwakili oleh Pemimpin Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menegaskan bahwa Sragen dipilih sebagai lokasi karena potensi komoditasnya.

“Sragen memiliki potensi luar biasa, terutama sebagai sentra penghasil kedelai di Desa Sambirejo. Melalui program Bulog Peduli UMKM, kami ingin mendorong hilirisasi komoditas kedelai sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelas Sri Muniati.

Menurutnya, tantangan utama UMKM saat ini tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada memastikan kualitas, inovasi, pemasaran modern, hingga kesiapan sertifikasi halal.

Oleh karena itu, pelatihan ini juga membekali peserta dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP), strategi branding digital, dan panduan pengurusan sertifikasi.

Dia berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe yang lebih berkualitas, higienis, dan memiliki daya tahan tinggi

Tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Sragen. (din)

Editor : Nur Pramudito
#kedelai #Pemkab Sragen #Premium Non GMO #sragen #kolaborasi #umkm #bulog