Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dinkes Sragen Tambah Enam Pustu Standar ILP, Dekatkan Layanan ke Desa

Ahmad Khairudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 02:30 WIB
Puskesmas pembantu (pustu) Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen rampung dibangun. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Puskesmas pembantu (pustu) Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen rampung dibangun. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen merampungkan pembangunan enam unit Puskesmas Pembantu (Pustu) baru.

Hal ini bagian dari strategi besar pemenuhan standarisasi Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pendekatan di tingkat desa.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Sragen Agustin Sri Sumiwi menjelaskan, enam lokasi pustu tersebut di Desa Saren (Kalijambe), Jenalas (Gemolong), Sidokerto (Plupuh), Plumbungan (Karangmalang), Kelurahan Sine (Sragen Kota), dan Musuk (Sambirejo).

”Ini sudah selesai semuanya. Yang terakhir di Sine tinggal menunggu peresmian,” ujar Agustin, Rabu (10/12/2025).

Dia menambahkan, anggaran pembangunan tiap unit pustu bervariasi, namun berkisar kurang lebih Rp 800 juta.

Dengan rampungnya pembangunan ini, jumlah total pustu di Sragen kini bertambah menjadi 71 unit yang menyebar di seluruh kabupaten.

Agustin menegaskan, pustu didesain untuk melayani secara spesifik dalam ruang lingkup satu desa.

Pemkab Sragen memiliki ambisi jangka panjang untuk mencapai target satu desa satu pustu. Rencana tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan lahan dan pemenuhan syarat pengajuan dari wilayah setempat.

Pelayanan yang diselenggarakan di pustu mengacu pada lima transformasi layanan dalam skema Integrasi Layanan Primer (ILP).

Lima klaster utama layanan tersebut meliputi klaster manajemen,  klaster ibu dan anak, klaster usia dewasa dan lansia, klaster penanggulangan penyakit menular.

Sampai klaster lintas klaster, yakni layanan pendukung esensial seperti gawat darurat, laboratorium sederhana, dan kefarmasian. Agustin membedakan model layanan Pustu dari klinik biasa.

”Pendekatannya dilakukan oleh bidan desa, perawat, dan dibantu dua kader kesehatan,” jelasnya.

Dia menjelaskan tenaga kesehatan ini bekerja dengan pola pelayanan yang ditargetkan buka setiap hari, bahkan terdapat rencana untuk membuka pelayanan pustu selama 24 jam di masa mendatang.

Fasilitas di kompleks pustu juga sudah dipersiapkan secara komprehensif, mencakup ruang layanan kesehatan dan ruang pertemuan kader, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan edukasi kesehatan di tingkat desa.

”Setidaknya setiap hari buka pelayanan ada bidan desa ada perawatnya juga, ada kader kesehatan yang membantu juga,” tandas Agustin. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Dinkes #karangmalang #pustu #gemolong #sambirejo #Puskesmas Pembantu #dinkes sragen #plupuh #Kalijambe