Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Heboh! Pemuda asal Gemolong Sragen Diculik dan Dianiaya, Ini Pemicunya

Ahmad Khairudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:36 WIB
Ilham Cahya Pratama, 19, (kiri) warga Ngelebak, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Sragen tunjukkan surat laporan penganiayaan yang dialaminya. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ilham Cahya Pratama, 19, (kiri) warga Ngelebak, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Sragen tunjukkan surat laporan penganiayaan yang dialaminya. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Terjadi kasus penganiayaan menimpa seorang pemuda, Ilham Cahya Pratama, 19, warga Ngelebak, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Korban sempat diculik pukul 03.00 dan dihajar dengan ditendang dadanya.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu pada Senin (24/11/2025) lalu. Penyebabnya diduga kesalahpahaman informasi ini telah dilaporkan ke Polsek Gemolong.

Menurut keterangan ayah korban, Andi Sugiyanto, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban dijemput dari rumah mertuanya di Miri dan dibawa ke area Desa Nganti, Gemolong.

Awal mula masalah disebut berakar dari kesalahpahaman. Sebelumnya, keluarga pelaku meminta tolong kepada korban untuk membantu masalah mobil mogok di Gunung Kidul.

Korban yang ikut membantu kemudian diminta oleh orang tua pelaku untuk mencari informasi terkait ulah pelaku, Rendy, di lokasi tersebut.

Korban berhasil menemukan dan menyampaikan informasi bahwa Rendy telah "membuat ulah" dengan merusak tanaman dan berurusan dengan warga setempat.

Informasi ini didengar langsung oleh keluarga pelaku saat mereka bertelepon.

”Pelaku tidak terima keluarganya sampai dengar (informasi itu, red). Pikirannya anak saya yang memberi info bikin onar di Gunung Kidul itu,” jelas Andi.

Pelaku yang emosi kemudian membawa korban ke pinggir jalan di sebuah kebun wilayah Nganti dengan alasan hendak menyelesaikan masalah.

Di lokasi, korban dianiaya seorang pelaku bernama Rendy, warga Ngelebak RT 08, Nganti, Gemolong.

Kejadian ini telah dilaporkan ke Polsek Gemolong pada 24 November 2025. Sempat ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan dalam satu atau dua hari setelah laporan, namun pihak keluarga korban mengaku tidak melihat adanya itikad baik.

”Yang datang malah ibunya dan mintanya berapa, maksudnya duit atau apa saya enggak paham," imbuh Andi.

Sementara korban, Ilham, mengaku dipukul di bagian dada sebanyak dua kali, dicengkram kerah lehernya, dan ditendang di pinggul belakang.

”Di lokasi kejadian, terdapat empat orang, namun hanya Rendy yang melakukan tindak kekerasan,” jelas Ilham.

Kapolsek Gemolong AKP Liyan Prasetyo menyampaikan laporan sedang diproses.

”Besok kita hadirkan saksi dan terlapor untuk diminta keterangan,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #gemolong #penganiayaan #gunung kidul