Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perubahan Warna Cat Kantor Pemerintahan di Sragen Disorot, Sarat Aroma Politik?

Ahmad Khairudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 23:47 WIB
Kantor Kelurahan Kroyo, Kecamatan Sragen yang menuai sorotan setelah warna catnya berganti dari merah ke kuning, Kamis (11/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kantor Kelurahan Kroyo, Kecamatan Sragen yang menuai sorotan setelah warna catnya berganti dari merah ke kuning, Kamis (11/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Sragen yang sebelumnya identik dengan cat berwarna merah, belakangan ini serentak berganti rona.

Perubahan warna yang mencolok, terutama menjadi kuning, memicu spekulasi di kalangan masyarakat.

Seolah-olah mengikuti warna dominan partai politik yang menaungi Bupati Sragen saat ini, yakni Partai Golkar.

Perubahan paling kentara terlihat di Kantor Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang yang baru diresmikan pada 2023. Cat bangunan yang awalnya merah kini berbalut kuning cerah.

Fenomena serupa juga terjadi di kantor-kantor kecamatan, termasuk Kecamatan Kedawung.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kroyo Arif Yustiawan membantah tegas adanya motif politik atau instruksi dari pimpinan daerah. Arif bersikeras bahwa inisiatif perubahan warna murni didasari alasan estetika dan fungsional.

”Tidak ada hubungannya dengan politis atau arahan pihak tertentu. Sebagai ASN, kami harus netral,” ujar Arif saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).

Dia menjelaskan cat bangunan lama yang dominan berwarna merah saat peresmian 2023 sudah terlihat pudar kualitasnya.

Pilihan warna kuning, menurutnya, adalah upaya untuk menyelaraskan warna dasar lama yang disebutnya krem. Sehingga tercipta padu padan yang lebih cerah dan segar.

”Memang tidak ada instruksi dari pimpinan, ini inisiatif kami. Kenapa milih kuning? Karena warna dasar untuk menyesuaikan warna lama itu krem, jadi kita selaraskan,” tegasnya.

Dia menambahkan, dugaan kaitan dengan warna partai Golkar hanyalah ”otak atik gatuk” atau cocokologi belaka. Dia juga menekankan pengecatan beriringan dengan penataan ruang publik.

Arif menjelaskan pengecatan yang baru berlangsung sekitar seminggu dan belum rampung. Lantas upaya ini merupakan bagian dari penataan ulang kawasan kantor Lurah Kroyo.

Tokoh masyarakat Sragen Suyadi Kurniawan menyampaikan jika ”kuningisasi” jangan nanggung. Sekalian jalan-jalan di desa dicat kuning.

”Justru sekalian saja sampai pagar dan jalan desa di cat kuning supaya Sragen punya identitas,” selorohnya.

Menurutnya tidak masalah jika berbeda dengan pusat yang sekarang identik suka warna merah putih.

”Kalau nanti arahnya berbeda dengan pusat, ya jangan rakyat yang Terima akibatnya,” tandasnya.

Sementara Ketua DPD Golkar Sragen Tri Handoko belum memberikan tanggapan soal kuningisasi ini. Pihaknya menyampaikan masih mengikuti acara partai di Jakarta saat dihubungi wartawan. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#asn #sragen #karangmalang #bupati sragen #Partai Golkar