Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cuma Cari Keringat, Pemenang Final Liga Desa Sragen Tidak Ada Anggaran Hadiah

Ahmad Khairudin • Sabtu, 20 Desember 2025 | 02:27 WIB
Salah satu kontestan Liga Desa 2025 Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu kontestan Liga Desa 2025 Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Stadion Taruna Sragen akan menjadi saksi bisu partai puncak perwakilan Kabupaten Sragen dalam ajang Liga Desa yang digelar Sabtu (20/12/2025) besok.

Pertandingan panas yang mempertemukan Desa Pengkok melawan Desa Kalikobok ini diprediksi bakal menyedot ribuan pasang mata, terlebih panitia menggratiskan tiket masuk bagi kedua kubu suporter.

​Namun, di balik kemeriahan duel lapangan hijau tersebut, terselip fakta pahit, tidak ada hadiah bagi sang juara.

Meski kedua tim akan bertarung habis-habisan demi nama baik desa, kemenangan mereka hanya akan berbuah kebanggaan semata tanpa bonus materi.

​Meski diterpa keterbatasan dana, antusiasme warga diharapkan tetap tinggi untuk mendukung tim desa masing-masing dalam laga final besok, yang murni akan menjadi ajang pembuktian nyali dan harga diri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sragen, Pujiatmoko, mengonfirmasi secara gamblang bahwa saat ini kantong anggaran untuk apresiasi pemenang masih kosong melompong.

"Hadiah sedang diajukan ke pimpinan, yang jelas saat ini belum ada," tegas Pujiatmoko.

​Mirisnya, persoalan bukan hanya pada hadiah juara. Pujiatmoko membeberkan bahwa gelaran Liga Desa tahun ini sejatinya tidak memiliki pos anggaran sama sekali. Kondisi ini pun berlanjut pada ketidakpastian masa depan kompetisi di tahun mendatang.

​Pihak dinas mengaku dilema untuk memasukkan Liga Desa dalam rencana anggaran tahun depan.

Ada kekhawatiran jika anggaran sudah disiapkan, namun kompetisi justru urung dilaksanakan kembali.

​"Untuk kegiatan ini saja tidak ada anggaran sama sekali. Bahkan tidak ada antisipasi anggaran untuk tahun depan. Kami khawatir dan pesimis jika dianggarkan ternyata tidak ada kompetisi liga desa lagi," tambahnya.

​Masalah tidak berhenti di Stadion Taruna. Tim yang keluar sebagai pemenang nantinya berhak mewakili Sragen ke tingkat provinsi.

Namun, keberangkatan mereka pun kini dibayangi tanda tanya besar karena tidak adanya sokongan dana dari pemerintah daerah.

​"Nanti yang lolos dapat tiket ke tingkat provinsi juga tidak ada anggarannya. Kita masih cari-cari (anggaran bagi yang lolos, red)," tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#LIGA DESA #Stadion Taruna #sragen