RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memastikan tidak akan menyelenggarakan kegiatan perayaan malam Tahun Baru yang dibiayai oleh APBD.
Alasan di balik keputusan ini adalah situasi prihatin terkait bencana alam.
Selain itu, ketiadaan alokasi anggaran untuk perayaan akhir tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen Yusep Wahyudi mengungkapkan, tidak ada rencana kegiatan malam pergantian tahun.
"Malam pergantian tahun ndak ada, karena posisinya prihatin kita pray for Sumatra dan diri sendiri Jawa Tengah Banjarnegara Cilacap. Kebetulan dari sisi anggaran ndak ada," ujar Yusep, Senin (22/12/2025).
Meski tidak ada kegiatan malam hari, Pemkab Sragen justru fokus pada kegiatan di pagi hari melalui perluasan agenda Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu pagi.
"Sudah ngobrol dengan beberapa yang mengisi CFD mulai Minggu kemarin ada tambahan CFD-nya. Minggu pagi aja, kita siapkan (fasilitas) kalau mau drumband mau apa di sana," jelasnya.
Yusep berharap, perayaan tahun baru yang lebih meriah akan dilaksanakan pada tahun berikutnya jika situasi sudah membaik dan anggaran telah disiapkan.
"Insya Allah tahun depan kita siapkan. Situasi membaik, bergembira menghadapi pergantian tahun, kita optimis tahun depan," tambahnya.
Keputusan meniadakan perayaan tahun baru dengan dalih anggaran kosong ini kontras dengan narasi optimis Pemkab Sragen mengenai pembangunan dan "glowingisasi."
Yusep sendiri menyebut bahwa pemkab saat ini sedang menyikapi visi misi "glowingisasi" bupati, termasuk perbaikan jalan mulus dan pedestrian di beberapa akses.
Disparpora juga mengklaim memiliki visi menjadikan setiap jengkal tanah Sragen sebagai tempat wisata, mengacu pada sejarah prasejarah Sangiran hingga Pangeran Mangkubumi.
"Kami menyikapi visi misi glowingisasi Bupati juga the land of Java man," tutur Yusep.
Namun, pengabaian kegiatan perayaan besar seperti Tahun Baru menimbulkan pertanyaan kritis, apakah visi glowingisasi dan pengembangan pariwisata sejalan dengan kesiapan anggaran untuk event publik yang besar.
Tetapi masyarakat bergerak mandiri dalam mengisi malam tahun baru.
Kekosongan kegiatan dari Pemkab ini justru diisi oleh inisiatif masyarakat di tingkat kecamatan.
Camat Gemolong Nugroho Dwi Wibowo membenarkan perayaan Tahun Baru di wilayahnya akan digelar secara mandiri oleh masyarakat.
"Inisiatif dari masyarakat. Ada hiburan dan penggalangan dana musibah dari paguyuban," kata Bowo.
Kegiatan mandiri tersebut akan digelar di dua lokasi, yakni Sendang Kun Gerit dan Taman Edupark Gemolong.
Langkah ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat untuk merayakan pergantian tahun tetap tinggi, meskipun harus dilakukan tanpa dukungan dana dari pemerintah daerah. (din/adi)
Editor : Adi Pras