Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anjing Pelacak Pengalaman Internasional Amankan Gereja di Sragen

Ahmad Khairudin • Rabu, 24 Desember 2025 | 22:58 WIB
Anjing dari Unit K9 Polres Sragen mengecek salah satu gereja di Sragen jelang Misa Natal 2025, Rabu (24/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Anjing dari Unit K9 Polres Sragen mengecek salah satu gereja di Sragen jelang Misa Natal 2025, Rabu (24/12/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polres Sragen melakukan langkah pengamanan ekstra ketat menjelang pelaksanaan Misa Natal 2025.

Pada Rabu (24/12/2025) pagi, tim sterilisasi diterjunkan untuk menyisir sejumlah gereja besar di wilayah Bumi Sukowati.

Lengkap dengan pelibatan Unit K9 yang memiliki rekam jejak pengamanan event internasional.

Langkah preventif ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Sragen Iptu Supriyanto selaku Kasatgas Preventif Operasi Lilin Candi 2025.

Sterilisasi dilakukan guna menjamin keamanan dan kekhusyukan umat Kristiani yang akan menjalankan ibadah malam Natal.

Polres Sragen menerapkan sistem pengamanan berlapis yang terbagi menjadi tiga zona utama yakni ring 1 atau area inti, meliputi altar, mimbar, dekorasi, hingga kursi jemaat.

Ring 2 yakni area pendukung, mencakup area pelayanan dan aktivitas petugas gereja. Dan ring 3 yani rea luar. Meliputi halaman, tempat parkir, hingga akses jalan raya di sekitar gereja.

”Kami ingin jemaat merasa aman dan nyaman. Aktivitas jemaat meningkat signifikan pada momentum Malam Raya Natal, sehingga pengamanan harus maksimal,” ujar Iptu Supriyanto mewakili kapolres Sragen.

Sebanyak 20 personel ahli dibagi ke dalam tiga tim khusus untuk menyisir Gereja Santa Maria, GKJ depan BCA, Gereja Kristen Betania, dan GKJ Jalan RA Kartini.

Tim tersebut terdiri dari Tim Mirror yang Memeriksa kolong kursi dan area tersembunyi.

Kemudian Tim Metal Detector yang Mendeteksi benda logam mencurigakan di titik strategis. Serta Tim K9 Polri yakni Unit anjing pelacak khusus bahan peledak (mesiu dan potasium).

Menariknya, personel K9 yang diturunkan bukan unit sembarangan. Unit ini tercatat pernah sukses mengamankan agenda internasional, termasuk KTT di Bali.

”Kemampuan K9 kami telah teruji di kancah internasional. Ini bentuk kesiapsiagaan maksimal kami,” tegas Supriyanto.

Hingga berakhirnya penyisiran pada Rabu siang, petugas tidak menemukan benda mencurigakan.

Hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada pihak internal gereja melalui berita acara pemeriksaan (BAP).

Pihak kepolisian juga merekomendasikan penggunaan pintu tunggal (one gate system) untuk memudahkan pengawasan arus jemaat yang masuk. Apresiasi datang dari pengurus Gereja Santa Maria, Yustinus Subandi.

”Kami melihat ketelitian petugas dari dalam hingga luar gereja. Ini membuat kami tenang dan yakin ibadah akan berlangsung damai,” ungkapnya.

Kesiapan keamanan ini juga sejalan dengan rencana pemantauan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Pada Rabu malam, Bupati Sragen dijadwalkan melakukan kunjungan ke empat gereja besar, yakni GKI Sragen, GKJ Tamansari, GKJ Sragen dan Gereja Katolik Santa Maria.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengamanan internal gereja, diharapkan rangkaian perayaan Natal 2025 di Sragen berjalan tertib, aman, dan penuh khidmat. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#anjing pelacak #natal #gereja #sragen #Unit K9 #misa #polres sragen