RADARSOLO.COM – Masa depan eks gedung kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen belum menemui titik terang.
Sejauh ini bupati masih memilah usulan penggunaan aset negara tersebut. Padahal gedung dengan posisi strategis itu sudah mangkrak lebih dari setahun.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengonfirmasi, kawasan strategis tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang terintegrasi langsung dengan Alun-Alun Sragen.
Langkah ini diambil menyusul kondisi gedung yang sudah mulai dikosongkan sejak 9 Desember 2024.
Meski telah kosong, hingga saat ini belum ada tindak lanjut fisik terkait pembangunan ulang. Sehingga kondisi di beberapa sudut bangunan tampak memprihatinkan dan terbengkalai.
”Kami masih mendiskusikan kebijakan yang akan diambil. Kalau untuk sementara, area ini diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau,” ujar Sigit, beberapa waktu lalu.
Dalam proses perencanaannya, Sigit mengakui ada banyak masukan dari berbagai elemen masyarakat mengenai fungsi gedung tersebut ke depan.
Antara lain pusat pengembangan dan lokasi berjualan bagi UMKM. Selain itu ada usulan pembangunan museum daerah untuk pelestarian sejarah.
Ada juga usulan perluasan alun-alun guna menambah estetika kota. Ada pula mempertahankan sebagian bangunan asli demi nilai historisnya.
Meskipun banyak usulan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menciptakan kawasan yang holistik.
Konsep ini akan menyatukan area eks pemda lama dengan Alun-Alun Sragen. Sehingga menciptakan ruang publik yang lebih luas dan asri di pusat kota.
Baca Juga: Ada Mata Air hingga Terapi Ikan, Kunjungan Umbul Brondong Klaten Tembus 3.000 Wisatawan
”Ini nanti akan kami integrasikan, sehingga menjadi holistik antara alun-alun dan pemda lama ini,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras