RADARSOLO.COM – Di tengah euforia perayaan Tahun Baru 2026, halaman Kantor Pemkab Terpadu Sragen berubah menjadi lautan jamaah setelah sholat subuh ceria.
Pada kesempatan itu, di hadapan sekitar 5.000 orang, Bupati Sragen Sigit Pamungkas secara resmi mengumumkan para pemenang MasjidPreneur Fest 2025.
Sebuah inisiatif program yang mencoba mengawinkan kesucian rumah ibadah dengan profitabilitas ekonomi.
Dengan total hadiah fantastis sebesar Rp 103 juta, diharapkan masjid-masjid ini bertransformasi menjadi korporasi mini tanpa kehilangan esensi spiritualnya.
Direktur Utama Bank Syariah Sragen, Fakhruddin Nur menjelaskan, ada 107 masjid yang berpartisipasi.
Dewan juri yang terdiri dari unsur perbankan hingga akademisi menyaringnya menjadi 10 finalis terbaik melalui sistem bootcamp dan pitching layaknya kompetisi startup.
Kategori Berdaya yakni masjid yang sudah beroperasi secara bisnis. Pemenangnya Masjid Fatkhul Karomah Masaran, meraih Rp 20 juta melalui pengelolaan PAMSIMAS dan program sedekah kolektif.
Kemudian Masjid Taqwa Pecing Sragen, memperoleh Rp 15 juta melalui pemberdayaan budidaya bandeng "Tahan Banting".
Selanjutnya Masjid Al Ikhlas Gemolong mendapatkan Rp10 juta dengan konsep food center di lokasi strategis.
Kategori ide bisnis atau inovasi perencanaan dimenangkan Masjid Al Fattah Puro Karangmalang.
Mengusung konsep Eco Farm yakni modal sampah rumah tangga untuk ternak/kebun dengan klaim 1.000 meter menghasilkan Rp 5 juta. Mendapatkan Hadiah Rp 17,5 juta.
Selanjutnya Masjid Al Falah Gubug Plupuh. Ingin menyulap desa menjadi "Kampung Madu" melalui budidaya lebah.
Mendapatkan Hadiah Rp12,5 juta. Lantas Masjid Al Istiqomah Jengglong Masaran dengan konsep 1 rumah 3 pohon pisang. Hadiah Rp 8 juta.
Fakhruddin Nur juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
”Masjid hari ini tidak cukup hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Melalui MasjidPreneur, kami mendorong masjid agar memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai syariah,” ujarnya.
Sementara Bupati Sragen Sigit Pamungkas memasang target tinggi yakni minimal 208 Masjid Berdaya di Sragen.
Dia menegaskan masjid tidak boleh lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan harus menjadi solusi masalah sosial dan pusat ekonomi.
Bupati meminta lurah dan kepala desa membina masjid-masjid ini.
”Dengan hadiah jutaan rupiah, tantangan sebenarnya bukan saat memenangkan lomba, melainkan memastikan modal dapat berkelanjutan,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras