RADARSOLO.COM – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen mencatatkan rapor kerja yang padat sepanjang tahun 2025.
Tidak hanya berjibaku dengan api, petugas pemadam kebakaran terbukti menjadi "pahlawan serba bisa" bagi masyarakat Bumi Sukowati.
Mulai dari penanganan hewan berbahaya hingga aksi penyelamatan nyawa dalam kecelakaan lalu lintas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sragen Tomy Isharyanto mengungkapkan, total penindakan selama setahun terakhir mencapai angka yang signifikan.
Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 128 kasus kebakaran yang berhasil ditangani oleh tim di lapangan.
Menariknya, tugas administratif dan penyelamatan (rescue) justru mendominasi laporan harian tim Damkar.
Fenomena gangguan serangga menjadi yang paling tinggi, di mana tim sukses melakukan 379 evakuasi sarang tawon yang meresahkan warga.
Selain itu, keberagaman jenis panggilan darurat menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap respons cepat tim damkar.
Seperti evakuasi ular/reptil 195 kasus, pelepasan cincin 71 kasus (seringkali melibatkan kondisi darurat medis pada jari warga).
Evakuasi kecelakaan (laka) 14 kasus serta evakuasi lain-lain mencapai 65 kasus.
"Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada api, tapi juga saat warga menghadapi situasi darurat yang membutuhkan keahlian khusus seperti evakuasi hewan berbisa atau penyelamatan laka," ujar Tomy.
Mengingat angka kebakaran yang masih menyentuh 128 kasus dalam setahun, Bidang Damkar Sragen menekankan pentingnya langkah preventif di lingkungan rumah tangga maupun industri.
Penyebab utama kebakaran yang perlu diwaspadai seperti korsleting listrik.
"Penggunaan kabel yang tidak standar atau beban stopkontak yang berlebihan masih menjadi pemicu utama,” terangnya.
Kelalaian dapur seperti kompor yang ditinggalkan saat menyala atau kebocoran selang gas elpiji dan pembakaran sampah juga memicu kebakaran.
"Aktivitas membakar sampah di lahan kosong yang seringkali merembet akibat tiupan angin kencang, terutama saat musim kemarau," tandasnya.
Pihaknya mengimbau warga Sragen untuk mengecek instalasi listrik secara berkala setiap 5-10 tahun.
Pastikan tidak meninggalkan api dalam bentuk apapun tanpa pengawasan. Jika terjadi darurat, segera hubungi Damkar Sragen.
"Kami siap melayani 24 jam tanpa dipungut biaya," tambah Tomy. (din/adi)
Editor : Adi Pras