RADARSOLO.COM – Bupati Sragen Sigit Pamungkas merespons aksi protes warga yang bancakan dan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di Gilirejo, Kecamatan Miri.
Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap infrastruktur yang belum diperbaiki.
Dalam pernyataannya, Bupati Sigit menegaskan bahwa semua jalan rusak tetap menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten.
Meski bupati mengakui adanya banyak ruas yang kondisinya lebih parah dan telah bertahun-tahun dibiarkan.
”Di Sragen itu banyak jalan yang rusak, bahkan ada yang lebih buruk dari itu, banyak sekali, yang sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Sigit Pamungkas saat diminta tanggapannya terkait aksi bancaan warga Gilirejo.
Dia menyebut, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan.
”Nanti bisa saya tunjukkan, ada yang lebih buruk lagi. Semua jalan menjadi perhatian, jalan-jalan yang buruk. Banyak jalan yang lebih buruk dari yang ada,” tambahnya.
Menanggapi aksi tanam pohon pisang yang dilakukan warga sebagai aspirasi masyarakat, Sigit menyebutnya sebagai bentuk penyampaian keluhan yang sah.
”Ya itu aspirasi masyarakat. Ada banyak lebih buruk dan berlangsung bertahun-tahun,” katanya.
Ditanya apakah ruas jalan yang menjadi lokasi protes tersebut akan menjadi prioritas perbaikan di 2026, Sigit menjawab dengan hati-hati.
”Nanti kita lihat. Kan yang lebih buruk banyak,” terangnya.
Sigit menekankan bahwa infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dalam anggaran 2026.
”Infrastruktur itu tetap yang utama untuk kita prioritaskan,” tegasnya.
Namun, Sigit mengaku lupa detail angka anggaran dan menyarankan untuk mengecek langsung ke dinas terkait. (din/adi)
Editor : Adi Pras