Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Polemik Dapur MBG vs Kandang Babi di Banaran Sragen Memasuki Babak Baru, BGN Utus Jenderal Bintang Satu Pimpin Tim Investigasi

Ahmad Khairudin • Rabu, 7 Januari 2026 | 19:25 WIB
BGN menerjunkan tim investigasi untuk memantau langsung kondisi di dapur MBG di Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen yang mepet kandang babi, Rabu (7/1/2026) petang.
BGN menerjunkan tim investigasi untuk memantau langsung kondisi di dapur MBG di Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen yang mepet kandang babi, Rabu (7/1/2026) petang.

RADARSOLO.COM–Polemik antara pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemilik kandang babi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan akhirnya sampai ke telinga pusat.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara mendadak menerjunkan tim investigasi untuk memantau langsung kondisi di lapangan, Rabu (7/1/2026) petang.

​Tim yang dipimpin langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro tiba di lokasi sekitar pukul 17.40.

Kedatangan jenderal bintang satu ini seolah menegaskan betapa seriusnya dampak sosial dan teknis yang ditimbulkan dari pembangunan dapur yang berdampingan dengan peternakan babi tersebut. Sehingga pusat yang harus turun tangan.

​Pantauan di lokasi, Brigjen Dony beserta tim langsung menuju kandang babi milik Angga Wiyana Mahardika.

Namun, pemeriksaan tersebut berlangsung tertutup. Awak media dilarang masuk ke area kandang.

Usai meninjau kandang, tim bergeser masuk ke dalam gedung SPPG untuk memeriksa ruangan-ruangan dapur yang telah selesai dibangun.

​Meski telah melihat fakta di lapangan, Brigjen Dony masih menutup rapat hasil pantauannya.

Dia enggan memberikan kepastian apakah dapur tersebut akan tetap beroperasi atau harus direlokasi mengingat isu higienitas dan tuntutan ganti rugi miliaran rupiah yang sempat mencuat.

​"Nanti saja. Nanti saja setelah kita mediasi sama Kapolres, Dandim, dan seluruh Muspida (Unsur Pimpinan Daerah) yang ada," ujar Brigjen Dony singkat saat dikonfirmasi mengenai hasil peninjauan.

Menurutnya, BGN akan menggelar mediasi besar-besaran pada Kamis (8/1/2025).

Baca Juga: Ini Sikap Pemerintah terkait SPPG di Sambungmacan Sragen yang Dekat dengan Kandang Babi

Pertemuan ini disebut akan melibatkan seluruh pihak terkait. Mulai dari Satgas MBG Daerah hingga kedua belah pihak yang bersengketa.

Langkah ini diambil guna mencari jalan tengah atas konflik "adu urat" antara pengelola SPPG dan pemilik kandang babi.

​Disinggung mengenai nasib kelanjutan SPPG Banaran, Dony menegaskan bahwa kewenangannya hanya sebatas melakukan investigasi fisik secara nyata (real) di lapangan.

Keputusan final berada di tangan pucuk pimpinan BGN di pusat.

​"Keputusannya nanti, keputusan pimpinan. Saya hanya mengambil investigasi tempat secara real yang kondisinya ada di sana. Terserah pimpinan berdasarkan hasil investigasi nanti," pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi. (din)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kandang babi #tim investigasi #badan gizi nasional #SPPG #Mbg #sragen #Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro #Pembangunan #sambungmacan #dapur #Desa Banaran #BGN