RADARSOLO.COM–Menjelang peringatan Hari Desa Nasional pada 15 Januari mendatang, pemerintah desa di Kabupaten Sragen dihadapkan pada tantangan besar.
Alokasi Dana Desa (DD) mengalami penurunan signifikan, dari kisaran Rp1 miliar menjadi sekitar Rp300 juta per desa.
Namun, tantangan ini direspons dengan langkah strategis melalui optimalisasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Meski pemangkasan anggaran ini berdampak pada pos pembangunan infrastruktur, para kepala desa optimistis kemandirian desa tetap bisa terjaga melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sragen Karsono menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah pusat dalam membentuk KDMP.
Program ini dinilai sebagai instrumen vital untuk memastikan perputaran uang tetap berada di lingkup desa.
"Meskipun anggaran dana desa menyusut, kami tetap mendukung program Presiden. Harapannya, KDMP ini mampu menjadi mesin penggerak ekonomi yang memajukan desa dan menunjang kesejahteraan masyarakat secara mandiri," ujar Karsono, yang juga merupakan Kepala Desa Klandungan.
Sadar akan keterbatasan dana stimulan dari pusat, Karsono menegaskan bahwa para kades tidak akan pasif. Strategi jemput bola akan dilakukan untuk menambal kekurangan anggaran pembangunan melalui:
- Kolaborasi Pemerintah: Memperkuat koordinasi antara tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat.
- Aspirasi Legislatif: Melakukan lobi strategis dengan anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, hingga DPR RI guna memastikan proyek prioritas desa tetap terakomodasi lewat dana aspirasi.
PKDI Sragen telah menetapkan dua prioritas utama agar roda perekonomian desa tidak tersendat:
- Aspek Sosial: Fokus pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi melalui KDMP agar masyarakat memiliki daya beli yang stabil.
- Aspek Infrastruktur: Memastikan pemeliharaan akses transportasi tetap berjalan agar distribusi barang dan jasa dari desa ke kota tidak terhambat.
"Kami berupaya agar pembangunan fisik dan penguatan ekonomi melalui KDMP berjalan beriringan. Harapan kami, desa tetap maju dan roda ekonomi lancar walau ada keterbatasan anggaran DD," pungkasnya. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono