RADARSOLO.COM – Jalan penghubung Tanon-Gading di Desa Gading, Kecamatan Tanon rusak parah. Jalan tersebut tak ubahnya lintasan off-road bagi masyarakat yang melintas.
Warga setempat menyebut aktivitas tambang galian C sebagai biang kerusakan. Setiap harinya, truk-truk bertonase berat pengangkut pasir dan batu melintasi jalan kelas kabupaten ini.
Beban muatan yang melebihi kapasitas jalan membuat aspal dan fondasi beton yang dulu kokoh, kini hancur berkeping-keping.
”Ini akses vital menuju desa kami. Tapi setiap hari dihajar truk tambang. Warga sudah sering celaka di sini,” ujar Ahmad Khoirul, warga setempat, Selasa (13/1/2026).
Dia menceritakan, lubang jalan sempat diuruk material pasir batu (sirtu) yang diduga dari pihak pengelola tambang.
Namun bukannya solusi yang didapat, penderitaan warga justru bertambah. Pasca diguyur hujan, material sirtu tersebut berubah menjadi lumpur pekat. Jalanan berubah menjadi kubangan lumpur licin.
”Motor-motor warga kerap terjebak dan tergelincir. Lebih mirip persawahan daripada akses public,” keluhnya.
Kepala Desa Gading, Puryanto mengakui kondisi jalan memprihatinkan. Dia berdalih jalan tersebut tetap bisa dilalui karena fondasi bawahnya adalah beton.
Dia mengklaim perbaikan akan segera dilakukan tahun ini melalui instruksi presiden (Inpres).
”Yawes ben (biarlah) diviralkan setiap hari, tidak apa-apa. Tapi ini sudah masuk usulan perbaikan lewat Inpres pembangunan jalan tahun 2026 ini,” ujar Puryanto.
Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo membenarkan ruas Tanon-Gading merupakan jalur yang terdampak aktivitas galian C. Dia menyebut jalan ini telah lama tidak mendapatkan rehabilitasi total.
Baca Juga: Duh, 13 KUA di Klaten Masih Ngontrak: Ada yang Menempati Kios untuk Pelayanan Nikah
”Kami sudah mengusulkan melalui IJD (Inpres Jalan Daerah) tahun 2025 untuk ruas Tanon-Gading. Jika IJD tidak cair, kami akan upayakan lewat APBD Perubahan 2026 atau penetapan 2027,” jelas Bowo. (din/adi)
Editor : Adi Pras