RADARSOLO.COM – Kepala MTsN 2 Sragen, Aris Suparlan angkat bicara memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan mengenai dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di lembaganya.
Dia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada sepeser pun dana bantuan siswa yang dipotong.
Aris menjelaskan bahwa rincian biaya yang sempat beredar di media termasuk setoran untuk pihak partai, biaya kartu, hingga transportasi hanyalah sebatas rencana atau simulasi yang muncul saat rapat sosialisasi bersama wali murid.
"Kemarin itu yang disampaikan dalam rapat saat sosialisasi baru sebatas rencana hasil musyawarah. Belum ada dana yang diambil sedikit pun dari penerima," tegas Aris saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026).
Dia menyayangkan adanya persepsi yang berkembang seolah-olah pemotongan tersebut sudah terjadi secara masif kepada para siswa penerima bantuan.
Pihaknya lantas membuat kebijakan baru yakni ambil mandiri. Hal itu guna memutus mata rantai fitnah dan tuduhan miring.
Aris menginstruksikan agar seluruh wali murid mengambil dana PIP secara mandiri langsung ke bank tanpa melalui perantara pihak madrasah maupun pihak luar lainnya.
"Untuk menghindari tuduhan yang tidak benar, kebijakan madrasah saat ini adalah mengundang orang tua wali untuk mengambil sendiri dana PIP anaknya. Kami pastikan yang diterima utuh senilai Rp 750 ribu," tambahnya.
Untuk menghindari kerumunan dan menjaga ketertiban, pihak madrasah mengatur jadwal pencairan secara bertahap.
Kuota harian maksimal 40 orang tua wali per hari. Target selesai seluruh proses pencairan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
Dipastikan PIP diterima siswa tanpa potongan administratif maupun biaya "aspirasi".
Aris berharap dengan adanya langkah transparan ini, kegaduhan di masyarakat segera mereda.
Ia mengklaim masalah ini sudah klir dan tidak ada satu pun orang tua siswa yang dirugikan secara finansial.
"Fokus kami sekarang adalah memastikan hak siswa tersampaikan dengan baik dan utuh," tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras